oleh

Pemerintah Tidak Bijak Membiarkan Warga Masyarakat Berhadapan Sendiri Dengan Rezim China Yang Zakim

 

Penulis : Jacob Ereste

Sungguh tidak bijak pemerinrah membuarkan keresagan warga masyarakat pada kekejaman rezim China pada masyarajat Muslim Uighur yang diperlakukan secara massal, sistematis dan terstruktur untuk memusnahkan mereka.

Kemarahan warga masyarakat Indonesia pada perlakuan keji terhadap Etnis Uighur yang dominan Umat Islam itu pun menyentuh rasa impati bagi Umag Beragama lainya, atas nama kemanusiaa.

Anehnya sikap diam pemerintah lalu membiarkan warga masyarakat brrhadapan langsung dengan kekejian pemerintah China jelas ajan semakin memperburuk keadaan
Setidaknya, antipati terhadap warga masyarakat China di Indonesia akan semakin menegang.

Sikap pembiaran pemerintah Indonesia terhadap perlakuan keji pada warga Uighur di China bisa memicu kemarahan warga masyarakat — tak hanya Muslim — bila pemerintah nah enak sendiri tanpa ingin tahu — apakahi hendak melindungi — rasa aman, nyaman dan ketentraman warga nasyarakat. Akibatnya, kelak jika kemarahan warga masyarakat semakin nembesar dan tak lagi bisa dijinakkan, pemerintah akan menanggung ongkos yang politik yang lebih mahal.

Kemlu China sudah mendengarkan protes keras warga masyarakat Indonesia. Kenenterian Luar Negeri China hanya mengatakan kepedulian mereja terhadap Muslim Uighur. Lantas cukupkah pernyataan seperti itu untuk mengovsti dan meredam kemarahan warga masyarakat Indonesia yang sefih dan berduka atas perlakuan keji rezim pemerintahan China itu ?

Pemerintah China atau Republik Rakyat Tiongkok (RRT) tidak cukup cuma mendengarkan kepedulian RI terhadap muslim Uighur di Xinjiang. Warga masyarakat I Indonesia — tak hanya Muslim — ingin tindakan nyata pemyelamatan, pemulihan serta sanksi hukum (Pelanggaran hak asasi manusia) untuk diproses agar tidak menjadi preseden buruk di masa mendatang.

Sanksk hukum dari pemerintah Indonesia pun harus dilakukan. Bila perlu memutus hubungan diplomatik, bisnis dan perdagangan. Setidaknya ada jesempatan untuk membuktikan bahwa pemerinrah Indonesia benar tidak bisa didekte oleh Negara China.

Kemanusiaan yang adil dan beradab jelas menjadi bahian dari pakem berngsa dan berbegara kita.

Sungguh mencemaskan sikap diam pemerintah Indonesia terus berulang ketika negara harus hadir dan memberi perlindungan pada segenap warga bangsa. Dan sungguh berbahaya membiarkan warga masyarakat menyelesaikan sendiri keresahan hatinya dengan berhadapan sendiri dengan rezim pemeribtah China yang zalim.

Gerakan peduli warga masyarakat Indonesia terhadap warga Uighur dj China yang tertindas dan menderita melampau batas kemamusiaan itu, disadari benar telah melanggar banyak ketentuan. Termasuk cita-cita Bangsa Indonesia untuk menumpas segenap bentuk penjajahan di muka bumi. Begitulah mulianya cita–cita dari tekad kemerdekaan Bangsa Indonesia, seperti yang termaktup dalam UUD 1945 yang asli.

Jakarta, 28 Desember 2019

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed