oleh

Ancaman Abortus, Bumil Asal Mbore Digotong Warga Susuri Jalan Rusak Sepanjang 4 Kilometer

Foto Screenshot. Sumber Chanel YouTube GBR NEWS.

LABUAN BAJO- Peristiwa memprihatinkan terjadi di dusun Mbore desa Tondong Belang, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, Minggu (17/10/2021) malam. Seorang ibu hamil dengan ancaman Abortus terpaksa ditandu sejauh kurang lebih empat kilometer untuk sampai ke puskesmas, karena akses jalan di sana rusak parah.

Aksi ini viral di media sosial dan langkah ini diambil lantaran sang ibu tersebut harus secepatnya dibantu tindakan pencegahan.

Postingan video tersebut diunggah di media sosial oleh akun YouTube @GBR_NEWS kemudian viral dan mengakibatkan beberapa pihak angkat bicara.

Dalam videonya, situasi gelap nampak beberapa orang yang saling bahu-membahu untuk menolong ibu hamil yang sedang berada di atas tandu dengan penerangan seadanya. Dalam tayangannya, terdapat seruan untuk pemerintah menyebutkan “Neka rabo, oe apa ho’o ee pemerintah. Pande Salang da’at ho’o. Tolong ee pak bupati”.

Bidan Plasida J. Jerahun tengah dampingi pasien tersebut angkat bicara saat dikonfirmasi Baranewsaceh.co, Selasa (19/10/2021) pagi melalui Via telepon seluler.

“Iya benar ada pasien pendarahan dari Mbore. Pasiennya digotong pakai tandu sampai di ujung aspal karna kendaraan sulit masuk”, kata Bidan Ida sapaan akrabnya kepada wartawan.

Butuh pertolongan cepat, tapi akses ke puskesmas jauh ditambah akses jalan rusak parah. Berikut cerita Bidan Ida tengah dampingi ibu hamil di Kampung Mbore daerah pedalaman hutan Mbeliling.

Sebelumnya pasien telepon saya setengah tujuh malam, mengeluh sakit perut dan mengaku pendarahan banyak. Jadi, kalau pendarahan itu tidak wajar untuk usia kehamilan 13 minggu.

Pasien atas nama Yuliana Bahagia umur 23 tahun, warga Kampung Mbore bukan pasien melahirkan tapi mengalami ancaman abortus dengan usia kehamilan 13 minggu dengan istilah awamnya ancaman keguguran. Dia terpaksa ditandu para warga menggunakan sarung dan bambu untuk mencapai lokasi yang bisa dijangkau mobil guna penanganan lebih lanjut.

Karna melihat kondisi pasien tidak memungkinkan untuk dirujuk ke Warsawe, saya putuskan untuk rujuk langsung ke RSUD Pratama Komodo. Tapi melalui persetujuan dari dokter puskesmas.

Saat akan dibawa ke puskesmas, kondisi jalan tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Hasil dari diskusi keluarga, pasien tersebut terpaksa ditandu menggunakan sarung dan bambu.

Pasien tersebut di jemput pake mobil ambulance namun sopir ambulance ada izin, karna istrinya melahirkan di rumah sakit Siloam Labuan Bajo. Sehingga kami minta bantuan mobil warga setempat untuk menjemputnya di ujung jalan yang sudah ada aspal.

Konfirmasi terpisah Kepala Puskesmas Warsawe, Yohanes G. Floriani mengaku kesulitan dalam pelayanan di wilayah tugasnya.

“Iya benar ditandu, ibu hamil yang mengalami perdarahan. Ditambah akses jalan ke Mbore belum di aspal, apalagi saat musim hujan ini sangat sulit kendaraan roda dua maupun roda empat”, tulisnya saat konfirmasi melalui Via WhatsApp, Selasa pagi.

Kapus Warsawe Yohanes G. Floriani berharap kondisi tersebut segera diperbaiki guna kelancaran pelayanan kesehatan di wilayah ia kerja.

“Harapan kami dari puskesmas Warsawe agar jalan yang belum di aspal segera dilanjutkan, karna kami sangat sulit ketika melaksanakan kegiatan selama ini”, tutupnya.

Merespons hal ini, Camat Mbeliling, Robertus Resmianto, SP menambahkan
Kalau kondisi akses ke Mbore saat sekarang memang tidak bisa, karna jalannya lumpur parah. Dari Mbore – Mamis lumpur parah, kemudian dari ujung aspal pintu masuk di Culu juga tidak bisa. Jadinya tidak bisa masuk kendaraan kesana, katanya saat dikonfirmasi melalui Via WhatsApp.

Camat Robi Dos disapa akrabnya mengaku kondisi ini cukup lama, awal 2022 diprioritaskan dan masyarakat dimohon bersabar.

“Ini sudah lama, diperkirakan empat kilometer rusak parah. Angin kabar, hal ini akan diprioritaskan awal tahun 2022. Saya berharap keluarga besar di Mbore mohon bersabar. Pemerintah pasti kondisikan ini”, ujar Robi Dos. [RN]

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed