oleh

Mes Guru SD Inpres Naimata Dilalap “ Sijago Merah”

Kupang, BARANEWS INDONESIA– Peristiwa kebakaran menimpa dua rumah Mes guru di Sekolah Dasar Inpres Naimata yang terletak di RT 06/RW 02 Kelurahan Naimata Kecamatan Maulafa Kota Kupang Provinsi NTT pada Senin, (29/06/2020) sekitar pukul 09.30 WITA.

Rumah berpenghuni 10 orang dengan dua kepala keluarga masing – masing Theodorus Fallo (47) dan Monica Naraha (43), diduga akibat korsleting listrik atau arus pendek mengakibatkan seluruh rumah hangus dilahap si jago merah.

Peristiwa tersebut tidak memakan korban jiwa karena rumah yang terbakar dalam keadaan kosong, tetapi semua barang hangus terbakar dan tidak ada yang bisa diselamatkan termasuk dokumen penting namun ditaksir kerugian materi ratusan juta rupiah.

Petugas pemadam kebakaran yang tiba di lokasi kejadian yang berjumlah 4 mobil agak kesulitan memadamkan api karena hembusan angin kencang membuat nyala api cepat membesar dan merambat ke semua bagian rumah sehingga sulit memadamkan api.

Menurut saksi/ korban Theodorus Fallo yang seorang guru honorer pada SD tersebut menuturkan api diperkirakan muncul dari dalam mes yang berukuran ukuran 5×12 meter, dan langsung menyambar seluruh bagian rumah hingga ludes terbakar.

Lanjut Theodorus ketika api sudah membesar ia lari ke sekolah untuk mematikan meteran listrik dan kembali untuk menyelamatkan barang tidak bisa karena asap hitam tebal akhirnya hanya melihat dari jauh.

Harapannya pemerintah bisa membantu meringankan beban kami, surat surat seperti ijazah dan lainnya mempermudah untuk memprosesnya karena anak – anak kami ingin tetap bersekolah dan melanjutkan masa depan mereka.

Monika Nahara menuturkan pada saat kejadian tersebut ia tidak ada di rumah.Pada saat itu ke kantor dinas pendidikan dan ketika pulang rumah sudah tidak ada hanya tersisa puing – puing saja dan langsung pingsan dan tak sadarkan diri dan di gotong ke ruangan kelas. Dari peristiwa kebakaran tersebut ia tidak menyelamatkan apa – apa hanya baju yang melekat di badan saja.

Harapan kami agar pemerintah dapat membantu membangun kembali rumah yang terbakar karena kondisi di tengah pandemic covid-19 seperti ini yang tidak lagi punya apa dan bantuan yang kami dapat dari bapak Walikota, PMI dan lain-lain.

Kepala sekolah SD Inpres Naimata Yovita Lakpeo menyatakan musibah kebakaran ini merupakan musibah kita bersama, bukan hanya kedua keluarga tetapi merupakan musibah kel besar SD Inpres Naimata. Oleh karena itu, saya meminta kedua keluarga yang menjadi korban kebakaran harus tetap bersatu hati dan kompak. untuk jangan memikirkan musibah itu lagi.

“Ketika kita sakit tidak bisa berbuat apa sedangkan kita punya anak,istri atau suami karena itu saya mengajak kedua keluarga dan bersama saya jangan berlarut-larut memikirkan masalah ini. Karena sebagai musibah kebakaran dan kita bangkit memikirkan nasib kedepan karena perjalanan masih panjang” tutup Yovita. (ENOS TANU)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed