oleh

Masyarakat Golo Bilas Kecewa Utus Marten Mitar Ke Kursi DPRD Mabar

Kondisi Jembatan Wae Nggorang-Cadot yang memprihatinkan. Foto Rikardus Nompa.

LABUAN BAJO, BARANEWS –Sejumlah masyarakat Desa Golo Bilas, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur (NTT) mengaku kecewa telah ‘mengirim’ Martinus Mitar ke kursi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

Kekecewaan masyarakat muncul lantaran sejumlah janji yang pernah disampaikannya semasa kampanye hingga saat ini belum ditunaikan.

Marten begitu ia disapa pernah berjanji akan memperhatikan sekaligus membangun beberapa kebutuhan infrastruktur penunjang aktifitas di wilayah Desa Golo Bilas terlebih khusus kebutuhan masyarakat akan adanya jembatan penghubung ke lokasi persawahan yang menjadi pusat lahan pertanian masyarakat setempat.

Namun sayang cita-cita masyarkat akan adanya jembatan menuju akses lahan perkebunan dan persawahan yang ada di desa tersebut belum juga terealisasi.

Potret yang dialami masyarakat hingga saat ini setiap hari menyeberangi sungai yang lebarnya kurang lebih puluhan meter itu kadangkala saat musim hujan, masyarakat terlalu beresiko menyeberangi sungai tersebut.

“Janji itu disampaikan Martinus Mitar pada 2019 lalu saat melakukan kampanye sebelum pencoblosan dibeberapa tempat seperti di Dusun Marombok dan Dusun Capi,” kata salah seorang warga yang enggan namanya dimediakan.

Kondisi pada saat hujan saat warga melintasi kali Wae Nggorang ke lahan persawahan, Rabu (18/5/2022) petang. Foto Rikardus Nompa.

Kini, Warga di dua dusun tersebut gerah dengan janji-janji itu. Disaat kampanye, lanjut sumber itu mengatakan bahwa Marten yang kini menjadi ketua DPRD Manggarai Barat mengiming-imingi pembangunan jalan pemukiman untuk dua dusun, jalan tani sepanjang satu kilometer, jembatan Wae Nggorang-Cadot dan air minum bersih, namun janji itu belum ada yang terlaksana.

Padahal menurutnya, empat kebutuhan dasar tersebut merupakan penunjang perekonomian masyarakat setempat. Apalagi wilayah ini masih dalam wilayah kota Labuan Bajo yang jarak tempuhnya kurang lebih 10 kilometer.

Dua tahun menduduki kursi di legislatif, potret ketimpangan pembangunan masih sangat dirasakan masyarakat yang tinggal di Dusun Marombok dan Dusun Capi.

Menanggapi kondisi tersebut Ketua DPRD Manggarai Barat, Martinus Mitar angkat bicara saat dikonfirmasi Baranewsaceh.com melalui sambungan telephone, Kamis (19/5/2022) malam di Labuan Bajo.

Ia mengatakan bahwa pembangunan jembatan Wae Nggorang-Cadot yakni untuk akses ke lokasi persawahan Cadot, Rembang dan Toak Kaur di Desa Golo Bilas, Kecamatan Komodo akan terlaksana pada tahun anggaran 2022.

“Tahun anggaran 2022 pembangunan jembatan Wae Nggorang-Cadot itu, akan terlaksana pada tahun anggaran 2022”, ujar Martinus Mitar.

Dia menjelaskan, saat ini anggaran untuk pembangun jembatan untuk akses ke lokasi persawahan tersebut masih dalam proses pelelangan dengan total 1 miliar lebih.

“Saat ini masih dalam proses pelelangan dengan total anggaran sebesar Rp. 1. 300.000.000”, jelasnya.

Ia minta kepada masyarakat persawahan Cadot, Rembang, dan Toak Kaur di Desa Golo Bilas, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat agar tidak resah dengan kondisi tersebut, dimohon menunggu hasil tahun 2022 ini.

“Karna itu masyarakat persawahan Cadot, Rembang dan Toak Kaur tidak usah resah. Dimohon kiranya menunggu hasil tahun ini”, pinta Marten. [RN]

Connects once per page in :

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.