oleh

Longsor di Depok Akibatkan 26 Makam Hilang dan Jalan Terputus

Depok –  Hujan deras yang menguyur Kota Depok beberapa hari terakhir mengakibatkan longsor di Sawangan, Depok. Akibatnya akses ruas Jalan Mawar Gang Usman Bontong, Pasir Putih, Sawangan, Depok terputus. Senin (30/12/2019)

Tak hanya itu longsor juga menggerus pemakaman warga yang berada di samping jalan, dari 30 pusara kini hanya tersisa empat makam. Akses jalan yang biasa digunakan warga setempat menuju beberapa wilayah seperti Jalan Kampung Benda dan Jalan Rawa Denok terputus.

Sadeli Acil warga yang bermukim tak jauh dari lokasi jalan longsor mengatakan, sejak musim hujan jalan penghubung itu mulai tergerus sedikit demi sedikit. Hingga tiga hari kebelakang akhirnya ambles.

“Bawahnya kan jurang dan sungai, kami warga sini enggak berani lewat situ terutama ketika hujan. Ngeri, licin apalagi kalau bawa motor kemarin jalannya sudah tinggal sedikit,” katanya, Senin (30/12/2019).

Sebelum longsor terjadi, Pemerintah Kota Depok telah membangun turap, atau konstruksi penahan tanah untuk mengantisipasi longsor. Tapi turap itu tidak mampu menahan hujan lebat, ditambah lagi pohon-pohon bambu yang berada di atas jalan berjatuhan.

Selain itu longsor juga menggerus pemakaman warga yang berada di samping jalan, dari 30 pusara kini hanya tersisa empat makam yang kondisinya juga rawan longsor apabila hujan lebat turun sewaktu-waktu. “Alat berat sudah datang, dan mulai membenahi jalan yang terputus juga memasang turap baru. Luas jalan yang ambles itu keseluruhannya 12 meter, sekarang tinggal dua meter,” ujarnya.

Sementara itu tak jauh dari lokasi jalan yang ambles, terlihat beberapa rumah juga rawan longsor. Tanah disekitar lokasi permukiman warga semakin tergerus. “Sudah seminggu turun hujan besar, tanah dekat rumah sudah mulai longsor,” kata Rosinah, pemilik rumah.

Dia mengaku ketakutan, setiap hujan lebat datang karena sewaktu-waktu rumahnya bisa saja terhempas. Rosinah mengaku berniat menjualnya ke Pemerintah Kota Depok, pengajuan telah dilakukan. Namun, hingga kini belum ada tawaran harga. “Dokumen sudah saya berikan, tapi katanya telat jadi mungkin tahun 2020 nanti baru bisa (dijual),” jelasnya.

Dia pun hanya bisa bertahan. Saat melihat tanda-tanda hujan dia dan suami segera mengungsi ke rumah adiknya yang terletak di atas tempat tinggalnya. “Kemarin ada enam rumah, lima sudah ambruk terhempas ke bawah. Mereka tidak pusing, karena sudah dijual dan mendapatkan uang,” ucapnya. (RED)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed