oleh

Lesbumi Jakut Mendorong NU Membuat Sekolah Tinggi Perfilman Usmar Ismail

 

JAKARTA, BARANEWS | Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia (Lesbumi) Cabang Kota Jakarta Utara, mendorong agar NU membuat sekolah tinggi perfilman Usmar Ismail, minimal ada fakultas tentang perfilman dikampus-kampus Universitas Nahdlatul Ulama.

Hal tersebut disampaikan oleh Badar Prasetyo (Ki Badar) Sebagai Wakil Ketua Lesbumi Jakarta Utara saat sesi tanya jawab, “Saya sangat menyayangkan Nahdlatul Ulama mempunyai asset yang begitu besar seorang H.Usmar Ismail sebagai pahlawan nasional, pendiri lesbumi dan juga sebagai Bapak Perfilman Indonesia”.

Hal tersebut disampaikan oleh Bapak Akhlis Suryapati selaku Ketua Sinematik Indonesia sebagai pemateri pada saat diskusi dan tanya jawab dalam kegiatan ngaji literasi dan budaya.

“Lesbumi mau gk mengemban amanat ini dalam meluruskan tujuan penyelenggaraan film yang tertuang dalam amanat konstitusi sudah jelas dalam pembentukannya sebagai akhlak mulia dan sampai saat ini apa yang diselenggarakan masih jauh dari tujuan sebagaimana yang diharapkan tujuan perfilman itu sendiri,”Ujar Akhlis pria kelahiran pati 2 Januari 1963.

Pernyataan diatas juga senada sebagaimana yang diungkapkan oleh narsumber Moch. Dimyati dan Abie Maharullah Madugiri selaku sebagai pengamat sosial kebangsaan dan Cendikiawan muda Jakarta Utara. Menegaskan bahwa, perkembangan film kekinian hanya terjebak pada kebutuhan industri dan mengalami menyempitkan makna. Muatan tuntunan sebagai usaha menjalankan spirit amal ma’ruf nahi mungkar guna membentuk nasionalisme dan peradaban semakin berkurang.

Disinggung pula bahwa industri perfilman Indonesia sampai saat ini masih dikuasai asing. Terbukti bahwa banyaknya saham kepemilikan gedung film banyak dimiliki oleh orang luar, termasuk tayangan film yang diputar dibioskop bioskop penontonnya hampir 85 % lebih memilih film film Holywood dan yang lainnya. Itu artinya uang yanng diperoleh dari hasil tiket dominan masuk keluar dari pada bangsanya sendiri.

Hari Film Nasional ke-72 akan jatuh pada tanggal 30 Maret 2022. Peringatan Hari Film Nasional 30 Maret ini nanti tidak hanya sebagai seremonial tapi ada suatu kebangkitan film di Indonesia. Tercetusnya tanggal tersebut adalah hari pertama pengambilan gambar film Darah & Doa atau Long March of Siliwangi yang disutradarai oleh H. Usmar Ismail.

Maka kita semua perlu berkaca kepada Usmar Ismail, bagaimana mampu keluar dari himpitan kepungan kepentingan yang juga persoalannya tidak jauh beda. Sehingga Usmar Ismail menginisasi membuat festival atau apresiasi film agar bisa masuk pada ajang yang lebih besar. Tentunya Film harus berpijak pada karya seni budaya. Bukan hanya kepentingan industri, agar tidak terus menciderai amanah konstitusi.

Hal yang menarik dari diskusi Ngaji Literasi dan budaya yang sudah berjalan kali kedua setelah sebelumnya dilaksanakan di MWC NU Kecamatan Tanjung Priok, Ranting Sunter Jaya yang menjadi rangkaian road show lesbumi nuju keliling disetiap kecamatan di Jakarta Utara. Dalam diskusi dengan lesehan duduk sama rendah sebagai bagian NU berada ditengah masyarakat ini muncul gagasan yang dipandu oleh Cak Rokhim sebagai Ketua Lesbumi Jakarta Utara, agar Usmar Ismail bukan hanya diangkat menjadi Pahlawan Nasional.

“Istilah Citra menjadi kosakata dan menjadi nama penghargaan bagi pelaku dunia perfilman, termasuk tanggal 30 Maret menjadi hari film Indonesia. Namun tokoh besar Usmar Ismail juga perlu diapresiasi dan didorong bersama menjadi salah satu nama kampus atau sekolah tinggi perfilman yang dibuat oleh NU. Sebagaimana UNUSIA yang sudah didirikan oleh ormas keagamaan terbesar di dunia, yakni Nahdlatul Ulama,”Ujarnya.

Maka dari situ, harapannya dunia perfilman Indonesia lebih punya ruh dan terwarnai oleh semangat kehikmatan dan nilai nilai luhur sebagaimana yang diperjuangkan para ulama dan para seniman budayawan muslim Indonesia.

Selain diskusi lesehan kegiatan tersebut diisi musikalisasi puisi, menyanyikan lagu saptawikrama oleh lesbumi Jakarta Utara dan ada bazzar dari P3MI (Perkumpulan Pengusaha Pasar Malam Indonesia) Jakarta Utara serta sosialisasi untuk umkm kecil dari BRILink. (RED)

Connects once per page in :

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed