oleh

Kurir Sabu 25 Gram Meneteskan Air Mata Dihukum 9 Tahun Penjara Dan Denda Rp 2 Miliar

MEDAN – Wiswa Naden (27) dan Muhammad Irfan Afandi (32) kurir sabu 25 gram divonis penjara 9 tahun oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Medan, Jumat (6/12/2019).

Tak tanggung-tanggung keduanya juga dikenakan denda Rp2 miliar dengan subsider 6 bulan kurungan apabila tidak dibayarkan.

“Menjatuhkan hukuman kepada terdakwa Wiswa Naden dan terdakwa Muhammad Irfan Afandi masing masing pidana 9 tahun penjara dan denda Rp2 miliar dengan ketentuan apabila tidak dibayar digantikan dengan hukuman 6 bulan penjara,” tegas hakim Erintuah Damanik.

Majelis hakim menilai bahwa kedua warga Jalan Kelambir V Gang Flamboyan, Kelurahan Lalang, Medan Sunggal Kota Medan tersebut terbukti bersalah melanggar pasal 112 ayat (2) UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Putusan ini lebih rendah dari tuntutan JPU Jacky Octavianus Situmorang yang sebelumnya menuntut kedua terdakwa 10 tahun penjara dan denda Rp2 miliar subsider 1 tahun penjara.

Menanggapi putusan majelis hakim, kedua terdakwa langsung tertunduk lemas, Wisma bahkan terlihat matanya berkaca-kaca mengetahui akan dipenjara selama 9 tahun.

Pria 27 tahun tersebut tampak menitikkan air mata saat digiring menuju sel tahanan oleh Jaksa, Wisma tak mampu berkata-kata saat ditanya mengenai putusan tersebut.

Sementara dalam dakwaan JPU Jacky Octavianus Situmorang mengatakan, kasus bermula pada hari Rabu tanggal 27 Februari 2019 sekira pukul 13.00 WIB. Petugas Kepolisian Polrestabes Medan mendapat informasi bahwa di Jalan Klambir V Gang Flamboyan, Kelurahan Lalang, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan ada yang memiliki narkotika.

Menanggapi informasi tersebut, petugas langsung melakukan penangkapan terhadap kedua terdakwa yang sedang duduk diruang tamu di sebuah rumah.

Saat penangkapan, petugas melakukan penggeledahan terhadap terdakwa kedua terdakwa dan ditemukan dari atas lantai sebuah kamar 1 plastik klip berisi narkotika jenis sabu seberat 25 gram.

Kemudian kedua terdakwa mengakui sabu tersebut milik Dani (DPO) dengan maksud untuk dipergunakan sama-sama di rumah Dani namun Dani berhasil melarikan diri.

Selanjutnya petugas membawa kedua terdakwa beserta barang bukti ke Kantor Polrestabes Medan guna proses lebih lanjut. ( DA)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed