oleh

Kondisi TPA Labuan Bajo Memprihatinkan, Tengah Pandemi Covid-19 Sampah Rumah Sakit Berserakan

Sampah Berserakan di TPA Labuan Bajo (Foto Rikardus Nompa), Lokasi Kenari Desa Warloka, Kec.Komodo, Mabar-NTT. Minggu (2/8) pukul 16.29 wita

KENARI WARLOKA- Problem penanganan sampah akan menjadi persoalan besar bagi Kota Labuan Bajo. Pasalnya, kondisi TPA (Tempat Pembuangan Akhir) yang kini menampung sampah rumahan, perhotelan, industri bahkan limbah rumah sakit, masyarakat Desa Warloka dan sekitarnya sangat memprihatikan hal tersebut.

Sejumlah wartawan independen Manggarai Barat (SWIMB) tergerak hati menyisir ruas pantai selatan kota Labuan Bajo, Minggu (2/8) pukul 10.00 WITA memastikan hal itu.

Sejak diresmikan TPA Labuan Bajo ini, data Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Manggarai Barat-NTT belum menentukan persentase sampah yang dhasil setiap harinya.

Begitu banyak temuan lapangan dari teman SWIMB, pengelolahan TPA tersebut amburadul tidak terurus hingga ke lahan warga.

Pantauan awak Media Baranewsaceh.co di TPA Labuan Bajo Kampung Kenari pukul 16.39 wita, sejumlah sampah rumah sakit berserakan dimana mana dengan jumlah yang besar.

Awak Media Baranewsaceh co, Selvi ria di tengah penampakan sampah berserakan untuk habiskan akhir pekan. 

Keterangan MS (41) warga setempat, tiga bulan terakhir semenjak virus corona ada mobil pick up yang angkut sampah dari berbagai rumah sakit yang ada di kota Labuan Bajo, terangnya.

Hal itu menguat kami dari nama kendaraan hingga seragam yang di kenakan petugasnya dari CV ternama di kota Labuan Bajo, jelas MS (41).

Disini kami khwatir dengan hal ini, apalagi saat ini kota Labuan Bajo masih zona merah, kok sampah rumah sakit dibiarkan begitu saja, tambahnya.

Peran pemerintah daerah dimana sebenarnya melihat ini, apalagi disekitar TPA ini ada pemukiman warga. Bahkan mobil yang mengangkut sampah-sampah tersebut melintas di halaman rumah kami, tegasnya.

Bahkan pengelolannya, penglihatan kami selama ini sampah-sampah yang datang dari Labuan Bajo, hanya dibiarkan begitu saja tanpa adanya tindak lanjutan, tutup MS.

Ini yang perlu di tinjau kembali oleh pemerintah kabupaten Manggarai Barat-NTT , tentang keberadaan TPA yg ada di Satarmese wilayah kampung Kenari desa Warloka, tutur AY.

Bahwa kami masyarakat sekitarnya sangat dirugikan degan keberadaan TPA tersebut, karena air limbah sampah tersebut di buang ke kali besar yg nota benenya air kali tersebut itu air minumnya masyarakat Cumbi Desa Warloka dan air minumnya masyarakat kampun Nalis dan masyarakat Mberata yg ada di Desa Macang Tanggar, terang AY.

Kemudian di saat musim hujan ulat-ulat, lalat bahkan bau tak sedap dari sampah itu menyebar sampai ke kampung Nalis Desa Macang Tanggar dan bahkan sampai di sawah kmpung Nalis, jelas AY.

pesan kami sebagai masyarakat kecil di wilayah ini, agar pemerintah meninjau kembali tentang penempatan maupun pengelolaan  TPA tersebut, apalagi Labuan Bajo sebagai tempat wisata super premium, tutup AY. (Rikardus Nompa)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed