oleh

Ketum Granat Harapkan Kapolsek Astana Anyar yang Terakhir

 

Medan, Baranews |  Ketua Umum Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) DR. Henry Yosodiningrat SH, MH sangat menyayangkan seorang Polisi Wanita yang menjabat sebagai Kapolsek Astana Anyar Bandung bernama Kompol Yuni Purwanti dan belasan anggotanya diduga terlibat dalam penyalahgunaan narkoba jenis sabu-sabu, dari pemeriksaan tes urine yang dilakukan, beberapa orang polisi dinyatakan positif mengkonsumsi narkoba di salah satu kamar hotel di Bandung pada Selasa 16 Februari 2021 lalu.

Kekecewaan itu disampaikan Ketum DPP Granat di Medan, Sumatera utara pada Jumat 19/2 malam didampingi Ketua DPD Granat Sumut Sastra SH, MKn, Ketua DPC Granat Kota Medan Raja Makyasa SH, Ketua DPC Granat Simalungun dr. Hendri Jimmy Gultom dan Sekretaris DPC Granat Karo serta jajaran Panitia Pelaksana Pelantikan dan Raker Granat Sumut, usai menyampaikan bimbingan dan arahan berkaitan dengan program Granat ke depan.

“Granat sangat menyayangkan seorang polwan bahkan seorang Kapolsek terlibat dan jadi pelaku penyalahgunaan narkoba. Kalau kita ikuti dia punya reputasi dia punya rekam jejak cukup bagus, karir juga bagus,” ungkap Henri Yosodiningrat yang juga berprofesi sebagai pengacara.

Henry Yosodiningrat melanjutkan, bahwa Inilah satu gambaran buat semua orang atau namanya narkoba itu bisa membuat orang lupa segalanya, ini akibat dia pernah mencoba sekali, mungkin setelah mencoba itu dia langsung kehilangan akal sehat, dia lupa akan masa depannya, dihancurkannya karirnya.

“kita ambil hikmah atau pelajaran, kita tidak mengutuk tidak mengecam, mudah-mudahan ini yang terakhir tidak ada lagi korban putra putra dan putri putri terbaik bangsa ini”, harap Henry yang khusus datang untuk memberikan masukan dan arahan terkait dinamika meningkatkan pengguna narkoba di Sumut serta mengajak masyarakat untuk menjadi relawan Granat.

Dalam kesempatan itu Ketua Umum DPP Granat itu kembali mengajak masyarakat untuk semuanya hindarilah narkoba itu, istilahnya sekali kau pakai barang itu maka ketergantungan, atau narkoba itu hanya satu kali tiket berangkat nggak ada tiket kembali, katanya tegas mengakhiri. (RED)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed