oleh

Kebangkitan Kesadaran Spititual Bangsa Indonesia Menuju Tatanan Peradaban Dunia Baru

 

Jacob Ereste :

Kerusakan mental akibat krisis moral dan etika yang menggrogoti akhlak telah membuat tatanan hidup mulai dari keluarga, puak dan kaum hingga bangsa-bangsa di berbagai negara pun kacau, tak karu-karuan. Akibat dari tata kelola keluarga, usaha dan bidang pekerjaan hingga aparatur negara tidak mencapai tujuan yang ideal. Sehingga orang per orang, para petugas, aparat pelaksana dari semua model maupun bentuk instansi yang diwakilinya ikut rusak. Lantaran tatanan hukum yang diharap bisa menjadi pemandu serta pembatas dari prilaku culas bagi pelaksana kebijakan yang harus dilakukan menjadi tidak maksimal, atau bahkan jauh menyimpang dari tujuan yang telah disepakati sebelumnya.

Tindak kejahatan pun merebak di semua bidang dan tingkatan. Mulai dari instansi tingkat kampung hingga di kementetian tanpa kecuali bago lembaga keagamaan sekalipun, tergerus dan hanyut dalam keasyikannya sendiri.

Korupsi di Indonesia terus semakin meyakinkan telah menjadi model untuk menjadi kaya sekejap. Hingga harkat dan martabat serta harga diri bisa dibanter dengan begitu mudah dan murah senilai materi yang telah diper-Tuhan-kan yang lebih dipercaya dapat –menjadi dan memberi jaminan — kebahagiaan di dunia. Tiada perduli dengan yang dimaksuf akhirat.

Bayangkan, seorang jendral yang telah membangun jenjang kariernya dengan bersusah payah melalui tahapan pendidikan hingga pelatihan yang berat, tiba-tiba dipenghujung kariernya harus mendekam di tahanan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) hingga harus kehilangan semua yang pernah diraihnya dengan susah pada saat itu, lalu ambruk reputasi hingga martabat serta harga dirinya yang amblas seperti ditelan bumi.

Sementara itu pun, fenomena alam seperti telah berulang kali menyapa manusia dengan cara dan bahasa ucapnya — memberi tanda-tanda — agar manusia mawas diri dan tawadduk — mengingat semua tuntunan dan larangan dari Illahi Rabbi — bahwa ketamakan, kerakusan, kezaliman — untuk semua urusan yang tidak boleh dilakukan dengan semena-mena atas nama apapun, apalagi hanya sekedar mandat maupun amanah dari rakyat — perlu direnungkan secara berulang.

Dalam kondisi dan situasi tata sosial, politik, ekonomi dan budaya — bahkan keagamaan yang makin memburuk ini –gagasan gerakan kebangkitan spiritual bangsa Indonesia seperti yang digagas GMRI (Gerakan Moral Rekonsiliasi Indonesia) menjadi semakin relevan diharap mampu untuk mengatasi semua kebobrokan mental, moral, etika dan akhlak dengan cara nembekali diri segenap elemen bangsa dengan basis berpikir, bersikap untuk kemudian bertindak dalam kontrol spiritual yang mampu menjaga, melindungi serta menghadapi benturan peradaban baru yang telah riuh merebak dan dicecoki oleh pemahaman materialisme atau kapitalistik berikut budaya hedonism yang semakin menjauhkan manusia dari jalan Tuhan.

Dalam ungkapan kemarahan yang khas dan ekstrim Kardinal Suharyono, mengatakan akibat dari kepongahan manusia yang merasa telah lebih pintar dari Tahun. Sedangkan dalam versi Profesor Salim Said — khusus untuk manusia Indonesia — karena manusia Indonesia merasa tidak lagi takut kepada Tahun. Meski manusia Indonesia lebih takut pada KPK.

Atas dasar serupa itu, GMRI yang digagas Eko Sriyanto Galgendu dan kawan-kawan semakin percaya melalui gerakan kebangkitan kesadaran dan pemahaman spiritual bangsa Indonesia bisa menghadapi semua masalah tersebut, hingga kemudian dapat melahirkan sosok kepemimpinan yang berbasis spititual untuk menata bangsa dan negara serta peradaban manusia di bumi.

Maka itu, sebagai pendukung untuk menghantar percepatan bagi bangsa Indonesia menjadi pusat peradaban dunia, akan segera ditindaklanjuti dengan langkah nyata dalam bentuk investasi spiritual dengan memposisikan Candi Brobudur serta Kawasan Percandian Muaro Jambi menjadi tempat pertemuan rutin bangsa-bangsa di dunia dalam upaya menautkan laku spjritual sebagai suatu gerakan guna membangun tatanan harmoni di muka bumi.

Banten, 3 Oktober
2021

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed