oleh

Kasus Pembacokan di Desa Golo Sepang, Korban Laporkan Secara Hukum

Kondisi Suriadi Adhar (22) korban pembacokan saat ditangani serius pihak medis RSUD Komodo, Minggu (28/11/2021). Foto Rikardus Nompa.

LABUAN BAJO, BARANEWS –Nasib naas menimpa Suriadi Adhar (22) menjadi korban pembacokan yang diketahui pelakunya masih tetangganya, Minggu (28/11/2021) lalu. Akibatnya korban mengalami luka bacokan 48 jahitan sedalam 9 centimeter di bagian leher dan bahu bagian kiri, sehingga harus menjalani perawatan intensif di ruang IGD RSUD Komodo.

Peristiwa tersebut terjadi di Dusun 1 Terang Atas, Desa Golo Sepang, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Ditemui Baranewsaceh.co, Senin (29/11/2021) malam, Suriadi Adhar (22) menuturkan, dirinya dan ketiga rekannya mendatangi kediaman Mulyadi Syam guna meminta klarifikasi terkait tuduhan pencemaran nama baik yang mencatut nama saudarinya.

“Awal mulanya, Saiful Imam Baso, Kismanto dan saya mendatangi Mulyadi Syam untuk minta klarifikasi terkait tuduhan pencemaran nama saudari kami oleh saudara Ocas. Sesampainya ditempat Mulyadi Syam, kami tidak menemukannya dan ternyata dirinya sembunyi dirumahnya saudara Dodo yang tidak jauh dari rumahnya”, kata Suriadi Adhar di ruang rawat inap RSUD Komodo.

Lebih lanjut ia menjelaskan, setibanya ditempat persembunyian Mulyadi Syam (rumah saudara Dodo-red), saudara Saiful, Kisman dan saya meminta klarifikasi tuduhan atas pencemaran nama tersebut. Kami malah disambut dengan upaya pembacokan oleh Mulyadi Syam terhadap saudara Saiful. Karena reflek saudara Saiful, ia lompat dari tangga dengan upaya perlawanan, akhirnya dilerai sama warga setempat hingga semuanya pulang ke rumah masing-masing dengan situasi aman.

Ia menuturkan, selang beberapa menit dari situasi aman, kembali beberapa pelaku mendatangi korban dengan senjata tajam.

“Tidak lama dari cekcok awal, ketiga pelaku diantaranya Faisal membawa Badik, Asdar membawa Tombak dan Taswang membawa Parang. Dipertengahan jalan tanpa basa-basi, pelaku Taswang langsung membacok dengan menggunakan parang di bagian leher hingga bagian bahu. Atas kejadian itu, saya dan Kismanto melarikan diri untuk meminta pertolongan”, ungkapnya.

Senada dengan teman korban, Kismanto menjelaskan, kejadian pembacokan itu benar adanya di Dusun 1 Terang Atas, Desa Golo Sepang, Kecamatan Boleng. Kejadiannya pada Minggu (28/11/2021) dini hari.

Kismanto menambah, pasca pembacokan korban, dirinya mengaku teman pelaku (saudara Faisal Syam) kembali mengejarnya dengan menggunakan badik.

Kondisi Suriadi Adhar (22) korban pembacokan saat ditangani serius pihak medis RSUD Komodo, Minggu (28/11/2021). Foto Rikardus Nompa.

“Selesai bacok Adhar, saya kembali dikejar oleh Faisal Syam menggunakan badik. Untung saja saya berhasil menyelamatkan diri”, terangnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, ketiga pelaku langsung melarikan diri, sementara korban tergelatak di pinggir jalan, sesekali ia bangun dan meminta tolong kepada warga sekitar. Alhasil, korban diselamatkan oleh saudara Isdarsono yang kebetulan melintas, dan dilarikan ke Puskesmas Nanga Terang.

Pihak keluarga Suriadi Adhar (22), korban pembacokan berharap polisi bisa menangkap pelaku pembacokan.

“Kasus ini sudah dilaporkan ke Polsek Komodo dengan nomor: STPL/15/IX/2021/NTT/Sektor Komodo tertanggal 28 November 2021. Keluarga mendorong pihak kepolisian menangani kasus ini dengan baik dan secara adil. Pelaku pembacokan seyogyanya mendapat hukaman yang setimpal atas perbuatannya yang melawan hukum”, ungkap Kismanto.

Kapolsek Komodo, IPTU Muhammad Yakub saat dikonfirmasi Baranewsaceh.co, Selasa (30/11/2021), membenarkan adanya penganiayaan yang terjadi di Dusun 1 Terang Atas, Desa Golo Sepang, Kecamatan Boleng. Saat ini terduga pelaku dalam pemeriksaan pihaknya.

“Pelaku sementara diamankan di Polsek Komodo dan saat ini masih dalam pemeriksaan. Kita juga mengambil keterangan para saksi” kata IPTU Muhammad Yakub. [RN]

Connects once per page in :

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed