oleh

Kasus Dugaan Penganiayaan Sopir oleh Oknum Polisi di Labuan Bajo Berakhir Damai

Vinsensius Sutanto (23) dan Oknum Polisi A sepakat berdamai ditandai dengan saling memaafkan dan membuat surat pernyataan berdamai di atas kertas bermeterai, tanpa ada paksaan dari pihak manapun di ruangan Propam Polres Manggarai Barat, Kamis (17/2/2022). Foto Humas Polres Manggarai Barat.

LABUAN BAJO, BARANEWS –Kasus dugaan penganiayaan terhadap Vinsensius Sutanto (23), warga Romang Desa Pacar, Kecamatan Pacar, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur (NTT) oleh oknum polisi berinisial A diselesaikan secara damai.

Keterangan tertulis yang diterima Baranewsaceh.com, Kamis (17/2/2022) malam, Jalankan tugas dan fungsi pokok, Seksi Provos dan Pengamanan (Sie propam) Polres Manggarai Barat (Mabar) di Labuan Bajo, mengambil tindakan tegas terhadap oknum anggota berinisial A yang diduga, menurut laporan telah menganiaya sopir travel Labuan Bajo – Pacar Vinsensius Sutanto.

Kapolres Mabar AKBP Felli Hermanto, S.I.K., M.Si melalui Kasie Propam Ipda Nyoman Budiarta membenarkan tindakan yang telah diambil oleh Siepropam, Kamis (17/2/2022).

“Benar, kita sudah ambil tindakan tegas terhadap oknum anggota inisial A karena diduga telah melakukan tindakan yang tidak pantas kepada masyarakat,” katanya.

Terkait dengan hal tersebut, kata Ipda Budi, dari Siepropam berinisiatif untuk memeriksa yang bersangkutan ke Poliklinik Polres Mabar. Dokter Seksi Biddokes telah melakukan penanganan medis dan menyatakan korban dalam keadaan sehat.

Dokter Seksi Biddokes Polres Manggarai Barat saat melakukan pemeriksaan terhadap Vinsensius Sutanto, Kamis (17/2/2022). Foto Humas Polres Manggarai Barat.

Anggota tidak gunakan Senpi

Kasie Propam Ipda Nyoman Budiarta mengatakan, berdasarkan hasil interogasi oknum anggota kepolisian berinisial A menjelaskan, korban Vinsensius Sutanto alias Anto merupakan mantan sopirnya.

Ia mengakui telah menampar korban di wajah sebanyak 3 (tiga) kali.

Terkait informasi dan pemberitaan media online bahwa korban diancam menggunakan senjata api (senpi), Ipda Nyoman menjelaskan hal tersebut tidak benar, oknum polisi A saat kejadian memegang vape atau rokok elektrik, yang diduga oleh korban adalah senpi yang digunakan pelaku untuk mengancam korban.

Barang bukti oknum polisi berinisial A saat kejadian memegang vape atau rokok elektrik, yang diduga oleh korban adalah senpi yang digunakan pelaku untuk mengancam korban, Kamis (17/2/2022). Foto Humas Polres Manggarai Barat.

“Hal itu dapat dibuktikan dengan hasil pengecekan di bagian logistik Polres Mabar, oknum A tidak pernah mengajukan pinjam pakai senpi untuk digunakan dalam pelaksanaan tugas operasional Kepolisian,” kata Perwira satu balok itu.

Lebih lanjut, berkaitan dengan permasalahan kedua belah pihak sebelumnya memiliki permasalahan pribadi antara sopir dan majikan sehubungan dengan setoran mobil.

Vinsensius Sutanto (23) dan Oknum Polisi A saat menjalankan pemeriksaan di ruangan Propam Polres Manggarai Barat, Kamis (17/2/2022). Foto Humas Polres Manggarai Barat.

Kasie Propam Ipda Nyoman Budiarta menjelaskan, kedua belah pihak sepakat menyelesaikan kasus secara kekeluargaan usai menjalani pemeriksaan di ruang Propam Polres Manggarai Barat. Kedua pihak sama-sama bersepakat untuk damai, ditandai dengan saling memaafkan dan membuat surat pernyataan berdamai di atas kertas bermeterai, tanpa ada paksaan dari pihak manapun.

“Kedua belah pihak sudah berdamai, namun kita akan tetap melakukan tindakan disiplin terhadap oknum anggota tersebut,” tegas Ipda Budi. [RN]

Connects once per page in :

Jangan Lewatkan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.