oleh

Kampung Nanga Nae Sebagai Pintu Masuk Menuju KTT G-20 Terancam Tenggelam

Proses pengerjaan sarana/prasarana pengendalian banjir sungai Waemese, Labuan Bajo. Minggu (26/9/2021). Foto Rikardus Nompa.

LABUAN BAJO- Wilayah pesisir selatan Kota Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat kini menjadi sorotan publik. Tampak pembenahan infrastruktur menuju kesiapan diri sebagai tuan rumah Asean Summit dan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20 yang akan digelar pada 2023.

Menyambut pertemuan negara-negara persemakmuran di dunia atau G-20, Pemerintah kabupaten Manggarai Barat (Mabar), telah membebaskan lahan milik warga di sepanjang ruas jalan yang akan dilalui negara peserta G-20 secara cuma-cuma alias gratis.

Pembebasan lahan milik warga ini untuk pelebaran jalan selebar 20 meter, di sepanjang ruas jalan mulai dari simpang Pede desa Gorontalo menuju Desa Golo Mori tanah Naga sejauh 32 km. Ruas jalan yang ada saat ini hanya berukuran 7 meter saja.

Sepanjang 32 km jalur menuju ke titik digelarnya pertemuan internasional itu, Desa Golo Mori Tanah Naga dijadikan kawasan ekonomi khusus (KEK) sebagai langkah maju mendorong percepatan pembangunan di berbagai sektor lebih khusus dunia pariwisata.

Satu sisi antusias warga pesisir selatan Labuan Bajo terbilang cukup tinggi, lain sisi warga keluhkan kondisi wilayah mereka tinggal. Hal itu dirasakan warga kampung Nanga Nae, sebagai pintu utama menuju lokasi KEK.

Proses pengerjaan sarana/prasarana pengendalian banjir sungai Waemese, Labuan Bajo. Minggu (26/9/2021). Foto Rikardus Nompa.

Kampung Nanga Nae, desa Macang Tanggar, Kecamatan Komodo, kini terancam tenggelam karena aliran sungai setempat mengalami pendangkalan dan pengikisan.

Kampung Nanga Nae berada di tepat muara, kondisi alur sungai tersebut sangat memprihatinkan lantaran terjadi pengikisan dan hampir meluap ke sekitar pemukiman warga tersebut. Jarak bebas kurang lebih tinggal10 meter.

Bahkan saat musim hujan, intensitas air dari sungai tersebut makin meningkat. Kondisi tersebut membuat warga kampung itu kuatir kampungnya bakal tenggelam karena luapan aliran sungai tersebut.

Seorang warga Kampung Nanga Nae yang ditemui Baranewsaceh.co, Minggu (26/9/2021) dilokasi pengerjaan sore, mengungkapkan kondisi yang dialami.

“Syukur sekarang mulai pengerjaan tanggul. Melihat kondisi alur sungai semakin hari semakin parah. Hal ini untuk mengantisipasi meluapnya air sungai ke perkampungan warga. Apalagi saat musim hujan, sudah pasti air sungai akan naik ke permukaan, bisa jadi sebagian kampung ini tenggelam,” jelas Pua.

Pua menambahkan, faktor yang membuat pendangkalan dan pengikisan bisa disebabkan dua faktor diantaranya pengaruh faktor alam dan aktivitas tambang pasir.

Untuk itu, tambah Pua, warga berharap agar Pemkab Manggarai Barat dapat mengambil langkah cepat tanggap untuk mengurangi pengikisan sungai tersebut. Selain faktor keamanan warga, kata Pua, upaya itu juga guna menjaga kondisi sungai.

“Kalau tidak cepat, maka tidak menutup kemungkinan kekhawatiran yang dirasakan warga akan menjadi kenyataan. kampung Nanga Nae yang dekat dengan sungai Waemese ini akan tenggelam”, tandasnya.

Material pengerjaan sarana/prasarana pengendalian banjir sungai Waemese, Labuan Bajo. Minggu (26/9/2021). Foto Rikardus Nompa.

Minggu sore, Baranewsaceh.co, meninjau lokasi proyek paket pengerjaan sarana/prasarana pengendalian banjir sungai Waemese, Labuan Bajo dengan Nomor Kontrak: HK.02.01/SNVT/PJSA NT.II/SP.II/47/III/2021.

Proyek tersebut dikerjakan oleh kontraktor pelaksana, PT. Kencana Layanan Konsultan KSO CV.Dunia Teknik Consult dengan nilai kontrak sebesar Rp. 30.116.924.000,- (Tiga Puluh Miliar Seratus Enam Belas Juta Sembilan Ratus Dua Puluh Empat Ribu Rupiah) termasuk PPN 10% dan waktu pelaksanaan 276 hari kalender.

Pengerjaan sarana dan prasarana tersebut merupakan proyek Kementerian Pekerjaan Umum dan Pemukiman Rakyat (PUPR) melalui Satuan Kerja NNT Pelaksanaan Jaringan Sumber Air NT II PROV.NTT bersumber dari Sumber Daya APBN Tahun Anggaran 2021.

Hingga berita ini diterbitkan beberapa pihak belum berhasil dikonfirmasi. [RN]

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed