oleh

KABAR BURUK: Pasar Desa Nggorang Tidak Terurus Ditengah Pandemi

NGGORANG- Viral di media sosial beberapa pasar dan pusat perbelanjaan ramai di datangi masyarakat di berbagai tempat di Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Peristiwa itupun dikecam sebagaian masyarakat lantaran di tengah pandemi wabah Covid-19 ini.

Kritik pun dilayangkan pada pemerintah dari berbagai pihak yang menyebut kurang ketatnya peraturan dari pemerintah untuk menangani penyebaran virus corona.

Namun hal berbeda yang ditemukan Media Baranewsaceh. Co di Pasar Desa Nggorang, tanpa tuan tak terurus.

Pasar Nggorang yang terletak di Lapangan Desa Nggorang, Kecamatan komodo, Kabupaten Manggarai Barat, sudah mulai beroperasi Selasa, 04 Februari 2020 lalu.

Pasar desa ini secara serah terima dari Kementeriaan Pekerjaan Umum (PUR) dan Perumahan Rakyat Tingkat Pusat dan Kementerian Desa serahkan sepenuhnya ke Pemerintah Desa Nggorang, tutur Abubakar Sidik selaku Kepala Desa Nggorang saat ditemui awak media Baranewsaceh. Co dikediamannya, Kamis (4/6) Pukul 18.00 WITA.

Adapun kegiatan kami ini sifatnya “Menyelamatkan Gedung Pasar” saja, Kemarin saya selaku pemerintah desa hanya “Menandatangani Surat Berita Acara Sementara” diantaranya, Dinas Perumahan Rakyat Kabupaten Manggarai Barat itu mewakili Dinas Perumahan Pusat. Saat penerimaan surat serah terima sementara, Saya mengatakan “Itu Sifat Sementara” yang selanjutnya nanti pihak pusat yang menyerahkan pasar desa ini ke pemerintah desa yang dihadiri oleh bupati mungkin gubernur untuk saksikan bersama berkaitan dengan keadaan penyerahan pasar ini, jelas Abubakar Sidik.

Tapi ironisnya sampai saat ini belum melakukan acara resminya, itu proses berkaitan kehadiran pasar ini, tegas Abubakar.

Kegiatan kami selama ini, “Sekian bulan pasar Nggorang ini sudah dilakukan operasi, ditambah lagi kemarin munculnya COVID-19 itu artinya aktivitas pasar antara hadir dan tidaknya masyarakat takut dengan wabah ini. Pengembangan selama ini masyarakat pasar tidak terlalu banyak, maklum awal-awalnya, tambah Abubakar.

Selanjutnya belum saya konfirmasi ke panitia yang digaris miring yaitu BUMDES Nggorang tentang bagaimana sikap mereka kedepannya untuk pengelolaan pasar ini 50 sampai 60 persan lah pasar itu kegiatannya dilaksanakan.

“Saya merasa menyesal disini, bangunannya sudah bagus tapi panitia tidak menjaganya dengan baik”, tutup Abubakar Sidik. (Rikardus Nompa)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed