oleh

Gara-Gara Status Di Facebook Seorang Warga Desa Mata Air Di Minta Untuk Klarifikasi

BARANEWS INDONESIA – TARUS – seorang warga masyarakat desa mata air kecamatan kupang tengah kab. Kupang mengunggah Status FB tertanggal 21 Mei 2020 Pukul 12.34 wita. Hari ini di panggil untuk memberikan klarifikasi di kantor desa hari Jumat, 5 juni 2020 sesuai surat yang dikeluarkan tanggal 02 Juni 2020 yang ditandatangani kepala. Yang hadir dalam pertemuan tersebut Kepala Desa, Ketua beserta Anggota BPD, Bhabinkamtibmas, kepala Dusun v dan ketua Rt 25.

Theresia Dethan alias Sasando Sion Detan menyatakan , postingan saya itu di status Facebook tidak punya niat untuk untuk menyudutkan siapa-siapa dan di postingan itu tidak menyebutkan nama orang, lembaga, organisasi atau ataupun jenisnya tetapi tersebut hanya bersifat informasi kepada para pimpinan di negeri ini yang kita cintai ini dan saya sebagai agent of change untuk mengontrol bantuan sosial yang sekarang lagi rame di indonesia .

Kepala desa Mata air Benyamin Kanuk menyatakan, bahwa gara-gara status itu banyak orang yang selalu bertanya kepada saya. Apapun persoalan yang berkaitan dengan jenis bantuan yang ada di Desa Mata Air bisa disampaikan kepada saya agar bisa dicarikan solusi agar kita mengutamakan musyawarah mufakat lebih baik daripada diposting di media sosial.

“ Apabila ada data salah atau kecolongan perlu disampaikan sehingga kalau ada kesalahan atau kurang di mana kita perlu duduk bersama” tegas Kades.

Bhabinkamtibmas Alfred Lilo menghimbau kepada warga masyarakat Kabupaten Kupang khususnya Desa Mata Air agar bijaksana menggunakan media sosial karena ketika merugikan atau mengkreditkan seseorang atau lembaga tertentu itu bisa berimplikasi hukum. Sebab sekarang bisa dijerat dengan UU ITE. Dalam hal meminta klarifikasi itu wajar karena informasi itu perlu diluruskan agar ada kekeliruan atau apapun bisa di musyawarah agar dapat solusi sama-sama.

Ketua BPD Desa Mata Air menambahkan, informasi yang kita keluarkan ke media sosial itu perlu kita saring lebih dulu sehingga jangan salah ketika kita upload ke media sehingga ada kebenaran atau tidak . Di pertemuan ini juga tidak mengadili siapa – siapa tepati sebagai cara untuk mencari solusi karena kita ada kait mengait sebagai kakak adik saudara/saudari untuk mencapai satu tujuan bersama.

Hal senada juga diungkap ketua RT Risna Sau menyatakan, tujuan media facebook itu untuk memotivasi dan kata-kata yang lebih bijaksana yang dipakai sehingga ketika kita mengupload sesuatu status di Facebook harus menginspirasi orang lain dan berguna bagi kita semua yang membaca.

“Dari hasil pertemuan itu mereka saling damai dan minta maaf untuk sama-sama berpikir dan membangun desa tercinta karena pembangunan harus berawal dari desa” tutup Risna. (ENOS TANU)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed