oleh

Dugaan Penyelewengan Dana Desa “ Disunat ” Oleh Pengurus Desa

-HEADLINE, HUKUM, NTT-4043 views
Ilustrasi

BARANEWS  INDONESIA,   Boentuka, NTT – Pengaduan masyarakat  Desa Boentuka, Kecamatan Batu Putih Kabupaten Timor Tengah Selatan untuk meminta kepada Pemda  TTS segera melakukan pemeriksaan Pengelolaan Keuangan Dana Desa Tahun Anggaran 2016 Tahap II, 2017, 2018 dan 2019 yang dimana masyarakat Desa Boentuka menemukan banyak kejanggalan dalam Pengelolaan Dana Desa. Informasi yang didapat baranews melalui sambungan Telepon dan WhatsApp  (Jumat, 28 Mei 2020).

Diungkapkan Stefanus Novi Benggu bahwa, Kegiatan fisik pembangunan dalam hal ini Embung dan Jalan desa dianggap mubasir oleh masyarakat. Embung sampai hari ini tidak ada air dan beberapa bak penampung diduga kerja tidak sesuai tidak selesai dan berlubang sehingga bentuknya tidak beraturan, bocor sehingga setetes air  pun yang tertampung.

Lanjut Benggu , Jalan Desa yang melewati lahan kebun masyarakat digusur dengan menggunakan alat berat namun sedikit sekali volume pekerjaan yang dilakukan dan sebagian besar dibiarkan begitu saja tanpa merasa bersalah telah merusak lingkungan.
“Kebun percontohan desa menggunakan dana tahun 2017 sebesar 76 juta dengan 2 orang yang ditunjuk untuk mengelola itu lahan desa tersebut. Tetapi  pelaksanaannya di akhir 2018 dengan membeli sebuah kultivator dan beberapa bibit tanaman saja, lokasi kebun desa tersebut tidak olah sama sekali dan diambil kembali oleh pemilik lahan untuk menanam sayur  karena 2 tahun berturut-turut tidak diolah oleh desa,” Ungkap Stefanus.
Hosea Kase mengungkapkan , dana Bumdes 100 juta untuk dikelola hanya 2 orang saja yaitu ( Abraham Nubatonis dan Gregorius Asa)    yang di tunjuk kades  untuk jual beli hasil tetapi realisasinya di lapangan hanya 10 juta saja sedangkan sisa dana 90 juta ia dikemanakan karena tercatat di kuitansi 100 Juta Rupiah,”

“Harapannya pengaduan sudah di sampaikan ke Bupati, DPRD,  Kejaksaan dan Kepolisian, tetapi belum ada kepastian sehingga kami  meminta agar terbuka  sehingga jangan ada polemik di masyarakat Desa Boentuka dan sebaiknya masalah ini diusut tuntas karena anggaran ini milik pemerintah bukan anggaran pribadi,”  tutup Hosea Kase
Kepala Desa Boentuka Gasper A.C Fuah, SE  yang dihubungi terpisah melalui sambungan telepon  menyatakan,  kalau laporan dari warga masyarakat Boentuka yang berjumlah 14 orang itu tidak benar dan itu cari masalah baru.  Kades  menuturkan kalau pekerjaan  embung yang dibangun 2018 itu sudah ada airnya, ketika musim hujan baru ada air kalau musim kemarau tentunya airnya kering.

“Pembayaran HOK ( upah para buruh kerja)  sudah bayar dua kali tapi tidak ada masalah. Soal kebun percontohan itu sudah dilaksanakan dan dari PLAN INTERNASIONAL  pernah turun survey.  Karena kita (Kades)  hanya  membantu dengan menyiapkan bibit  dan teknik pengelolaan pertanian , pakai tenaga dari  Gerbang Mas . Alat yang dibelanjakan seperti :  Kontivator 1 unit, Motor Air 2 unit dan bibit-bibit pertanian. Dana  BUMDES ada di pengurus dan semua di atur sesuai  juknis dan itu semua merupakan tanggungjawab pengurus dan uang semuanya ada di rekening ,” ungkapnya.

“ Semua kegiatan fisik dan kegiatan yang lain sudah sesuai mekanisme & RAB, semua dibuat dalam berita acara hanya masyarakat tidak tau baca sehingga buat laporan tersebut. Dan dalam waktu dekat saya akan melaporkan mereka yang telah memfitnah  ke pihak yang berwajib , ”tutupnya. (ENOS TANU)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed