oleh

Dua ABK Pengangkut Mercury Serahkan Diri Ke Pihak Kepolisian

MALUKU – Setelah sempat kabur ke hutan di Desa Simi, Kecamatan Wamsisi, Kabupaten Buru Selatan, dua Anak Buah Kapal (ABK) Cahaya Baru yang mengangkut 1,75 ton mercury, yakni BA (27) dan AB (31), akhirnya menyarahkan diri ke pihak kepolisian pada Rabu (25/3/2020).

Setelah menyerahkan diri, keduanya langsung digiring ke Ditreskrimsus Polda Maluku, yang berlokasi di Mangga Dua, Ambon.
“Dua pelaku yang sempat kabur sudah menyerahkan diri dan malam ini (Rabu red) telah dikirim ke Ambon,”ungkap Dirpolairud Polda Maluku, Kombes Pol Harun Rosyid, kepada wartawan via pesan whatsup, Rabu malam (25/3/2020).

Mereka berdua lanjut Harun, langsung diserahkan ke Ditreskrimsus Polda Maluku. “Kita langsung setahkan ke Krimsus dan diterima oleh petugas piket,”ujarnya.

Dua ABK ini dinyatakan telah kabur ke hutan bersama nahkoda kapal pengangkut mercury.
Namun dalam pengejaran hingga ke hutan, polisi berhasil menangkap Nahkoda. Sementara dua ABK itu berhasil kabur. Namun dengan inisiatif sendiri, mereka akhirnya menyerahkan diri ke pihak Polres.

Sebelumnya, Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Polairud) Polda Maluku, berhasil menggagalkan penyelundupan mercury seberat 1.775 kilogram, di perairan laut Buru Selatan, Provinsi Maluku. Mercury tersebut ditaksir seharga Rp.1,7 Miliar. Mercury ini diisi pada 50 jirigen berukuran 5 liter.

Direktur Polairud Polda Maluku, Kombes Pol. Harun Rosyid, kepada wartawan, di Dermaga Polairud, Lateri, Ambon, Selasa (24/03) menjelaskan, seribu lebih kilo gram bahan berbahaya yang diangkut menggunakan KLM Cahaya Baru berkapasitas 5 GT itu rencananya akan bawah ke daerah Buton, Sulawes i Tenggara.

Dalam perjalanannya, saat hendak diperiksa oleh pihak Polirud yang melakukan patroli di tengah laut, nahkoda dan awak kapal berusaha kabur, sehingga Komandan Kapal KP. XVI–1008, Pos Sandar Polairud Pulau Buru, Bripka Benhrat Pinge terpaksa melepaskan tembakan yang mengakibatkan kapal pengakut mercury itu bocor.

“Saat akan diperiksa, nahkodanya tidak mau berhenti, dengan itu kapalnya ditembak dan bocor,”ujarnya.

Akibat bocor, kapal terpaksa berlabuh darurat di Desa Simi, Kecamatan Wamsisi, Bursel. Dari situ, Polisi kemudian mengamankan mercury seberat 1,76 ton atau 1.776 kilo gram, dan dibawah ke Markas Direktorat Polarud Polda Maluku, yang berlokasi di Lateri, Kecamatan Baguala, Kota Ambon.

“Tapi saat berlabuh itu, nahkoda dan dua orang anak buah kapal itu kabur. Dilakukan pengejaran dan satu berhasil orang berinisial ZA berhasil kita tangkap dan dibawah ke Ambon untuk diperiksa lebih lanjut. Sedangkan dua melarikan diri,”ungkapnya.

Dari pengakuan ZA, lanjut Harun, mercury tersebut diperoleh dari Kabupaten Seram Bagian Barat. “Pengakuan orang yang kita tangkap, ini pengiriman yang kedua dilakukan juga dua kali,” imbuhnya.

Pelaku ZA kini telah ditetapkan sebagai tersangka. Dia dikenakan Undang–Undang Nomor 4 tahun 2009 tentang Mineral dan Batubara dengan ancaman hukuman 10 tahun dan denda sebesar Rp. 10 miliar.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed