oleh

Dirut Perumda RHJ Respon Positif, Gubri-Wagubri Bersama Bupati H Sukiman-Wabup H Indra Gunawan Kompak Dengan  Batik  Rohul

Gubri, Wagubri didampingi Bupati dan Wabup Rohul Kompak Memakai Batik Rohul dalam acara peresmian jembatan Sei Siasam, Rokan IV Koto, Rohul Rabu, (20/10/2021)

 

 

ROKAN HULU, BARANEWS –Menjadi kebanggaan tersendiri, bagi inisiator maupun perintis, Batik Rokan Hulu (Rohul), karena ketika  Kunjungan Kerja  (Kunker) Gubernur Riau (Gubri) H Syamsuar dan Wakil Gubernur (Wagubri) H Edi Natar Nasution didampingi Bupati Rohul H Sukiman dan Wakil Bupati Rohul H Indra Gunawan di Kecamatan Rokan IV Koto, Rabu  (20/10/2021), terlihat  mengenakan Batik  khas Negeri Seribu Suluk.

Atas hal tersebut, mendapat respon positif penuh rasa syukur dan bangga dari Direktur Utama (Dirut) Perumda RHJ  Marjeni, SE, MM, menurutnya, hal ini, sesuai yang konotasi sangat positif,  karena dua pemimpin Riau,  yakni Gubri H Syamsur MSi dan Wagubri H Edi Natar Nasution.

Lanjutnya,  dua pemimpin Rohul yakni Bupati H Sukiman dan Wakil Bupati H Indra Gunawan kompak memakai Batik Rohul Motif Sicuriang.

Dalam hal ini, Dirut  Perumda RHJ Marjeni SE MM, sebagai pengagas dan pemrakarsa berkolaborasi dengan Maestro Seniman Rohul Junaidi Syam (Jon Kobet), melihat para pemimpin di daerah mengenakan Batik Khas Rohul, memiliki semangat baru atas karya seni kreatif tersebut.

” Suatu kebanggaan bagi kita Gubri dan Wagubri, Bupati dan Wabup Rohul Kompak mengenakan  Batik Rohul motif Sicuriang dalam peresmian jembatan Sei Siasam, Rokan IV Koto,” tambahnya lagi.

Lanjutnya, terobosan Batik Rohul  dapat mengobati, memang karya strategis, selain sebagai identitas daerah, juga motif berimprovisasi secara kontemporer, sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Marjeni, SE, MM, juga menjelaskan makna filosofis yang terkandung dalam tiga motif Batik Rohul:
“Motif Sicuriang artinya: Berhitung, Orang Rohul itu penuh perhitungan dalam mengambil keputusan. Dalam dunia demokrasi Orang Rohul dalam memilih wakilnya atau pemimpinnya melalui perhitungan suara.

“Motif  Suluo Kekaik artinya: Saling terkait, Orang Rohul itu saling berkaitan, saling bersaudara, saling menghargai dan saling bekerjasama untuk membangun kampung halaman,” terangnya

“Motif Sesuli Banja artinya: Bunga ladang beraneka ragam, Negeri Rohul itu Pluralisme, hidup beraneka ragam suku bangsa dengan rukun dan damai, hal ini menjadi sumber keindahan, kekuatan dan kemajuan Rohul,” pungkasnya mengakhiri (PR)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed