oleh

Diduga Korupsi Dana Desa, Kades Cunca Wulang Dipanggil Camat Mbeliling

Camat Mbeliling, Robertus Resmianto, SP, (tengah) memberikan pembinaan kepada Pemerintah Desa Cunca Wulang, Senin (7/3/2022). Foto Istimewa.

LABUAN BAJO, BARANEWS –Dalam menjalankan tugas membina dan mengawasi penyelenggaraan pemerintahan desa, tentunya Pemerintah Kecamatan Mbeliling terus berupaya untuk memastikan penyelenggaraan pemerintahan tingkat desa berjalan dengan baik.

Dihimpun Baranewsaceh.com, Kepala Desa Cunca Wulang, Silvester Sendi, dipanggil Camat Mbeliling, Robertus Resmianto, SP, Senin (7/3/2021) lalu. Pemanggilan kades tersebut adanya dugaan tindakan pidana korupsi penyalahgunaan dana desa tahun 2021.

“Betul saya panggil mereka berkaitan rapat tahapan pembinaan. Sebagai pembina pemerintah desa, saya lakukan ini. Soal masalah dengan masyarakat itu adanya di mereka (pemerintah desa-red). Saya tidak menjastis mereka, apakah mereka salah atau tidak. Bahwa semua pekerjaan harus mengikuti aturan, sehingga tidak bermasalah kemudian”, kata Robertus Resmianto saat dikonfirmasi Baranewsaceh.com melalui WhatsApp, Rabu (9/3/2022) malam.

Pembinaan yang dilaksanakan oleh Camat Mbeliling dalam bentuk pengawasan administrasi dengan perangkat desa, khususnya Kepala Desa, Sekretaris dan Bendahara dan didampingi oleh Pendamping desa secara rutinan.

“Yang dipanggil itu Kepala Desa, Sekretaris dan Bendahara. Pemanggilan itu juga ada pendamping desa nya. Sebelumnya saya lakukan hal sama sekitar bulan Februari, saya panggil semua staf nya”, ujarnya.

Konfirmasi terpisah, Kepala Desa Cunca Wulang, Silvester Sendi membenarkan panggilan Camat Mbeliling tersebut.

“Io, terkait Porang anggaran 2021”, tulisnya melalui pesan WhatsApp.

Diberitakan sebelumnya, Program pengadaan bibit Porang dari dana pemberdayaan masyarakat pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Cunca Wulang 2021 tidak transparan dengan alokasi sebesar RP.159 juta. [RN]

Connects once per page in :

Jangan Lewatkan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.