oleh

Dewan Mabar Akui Jika Pansus Galian C Hanya Sebatas Seremoni

Wakil Ketua II DPRD Manggarai Barat, Marselinus Jeramun, SE. Foto Rikardus Nompa

LABUAN BAJO – Panitia Khusus (Pansus) yang dibentuk dewan Mabar untuk optimalisasi pajak galian C terkesan gagal membuat kesimpulan sementara atas penyelidikan penambangan secara ilegal di Kabupaten Manggarai Barat. Hampir empat bulan Pansus ini bekerja, sayangnya hingga kini belum ada satupun poin yang disusun untuk mengungkap kasus yang diduga merugikan negara ini.

Wakil Ketua II DPRD Manggarai Barat, Marselinus Jeramun menjelaskan bahwa Pansus tersebut awalnya dibentuk untuk peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) melalui sektor pertambangan. Namun, hal ini justru Pansus gagal paham terhadap fokus kerjanya.

“Awal terbentuknya Pansus ini untuk membantu pemerintah daerah dalam rangka peningkatan pajak melalui sektor pertambangan melihat PAD kita ini. Sejauh yang saya amati selama ini, tidak ada tindakan lanjutannya. DPRD sebatas seremoni saja, setelah itu dibiarkan lagi. Ini gagal total”, ujar Marselinus Jeramun saat dikonfirmasi Baranewsaceh.com beberapa waktu lalu di Labuan Bajo.

Marsel Jeramun sapaan akrabnya menjelaskan bahwa kerja panitia khusus (Pansus) terkait optimalisasi pajak galian C mandek dan bahkan jalan ditempat.

“Lalu bagaimana kerja pansus, kami mandek dan jalan ditempat. Kami sepertinya kehilangan arah yang awalnya ingin membantu mengoptimalkan tapi sulit untuk duduk bersama bicara hal ini, baik Pemda maupun internal DPRD”, ungkapnya.

Dirinya berharap kepada pansus tersebut, agar bertanggung jawab dan segera menyelesaikan tugasnya secepat mungkin. Sebab, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Manggarai Barat saat ini telah menunggu hasil keputusan dari pansus.

“Ini pansus sudah bekerja berbulan-bulan. Saya harap pansus segera menunaikan, publik menunggu kerja nyata pansus seperti apa. Apakah kita ini serius menyelamatkan lingkungan atau kita bersuara untuk mendapatkan dil – dil lain diluar itu”, terangnya.

Karna itu, ia berharap pansus optimalisasi pajak galian C menyadari secepatnya. Jangan sampai nanti pansus tercatat dalam sejarah sebagai pansus yang gagal menyelesaikan tugasnya. Jadi bolanya ada di pansus.

Wakil ketua DPRD Manggarai Barat ini juga mendesak bupati Mabar untuk menuntaskan seluruh persoalan yang menghambat upaya peningkatan PAD Mabar, khususnya pajak dan retribusi daerah.

“Saya berharap Bupati Endi turun sendiri sesuai komitmen yang sudah dibuat oleh pemerintah dalam hal ini instansi teknis. Disini rupanya tidak menunjukkan taring”, pungkasnya. [RN]

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed