oleh

Cabut Berkas Perkara, Oknum Polsek Macang Pacar Diduga Minta Uang 10 Juta

LABUAN BAJO- Salah satu oknum anggota Polisi di Polsek Macang Pacar diduga meminta uang 10 Juta kepada pihak terlapor sebagai uang damai dan biaya cabut berkas laporan.

Peristiwa Naas dialami Wihelmus Usman (55) Warga asal Wontong Desa Wontong Kecamatan Macang Pacar Kabupaten Manggarai Barat, NTT yang dilaporkan oleh Gabriel Regen (Pelapor) yang merupakan keluarga dekatnya ke pihak kepolisian Sektor (Polsek) Macang Pacar dengan tuduhan mencuri Sapi.

Pada Jumat (12/2/2021) sekitar Pukul 11.25 pagi kepada media ini Wihelmus Menceritakan kronologis kejadian dari awal sampai dengan dimintai uang 10 juta oleh oknum anggota Polsek Macang Pacar kepadanya.

“Awalnya saya berencana untuk menjual sapi karena ada kebutuhan uang mendadak untuk keperluan biaya kuliah dari anak saya.

Pada tanggal (16/6/2020) saya kedatangan tamu dua orang diantaranya Gabriel Regen Asal Wontong dengan seorang yang dibawahnya asal dari Genang Desa Mbakung namanya Nansi,mereka datang untuk membeli sapi milik saya.

Saya katakan saat itu bahwa benar saya memiliki sapi tapi harganya 4 juta dan saat ini dalam keadaan bunting, selanjutnya mereka minta izin kepada saya untuk melihat kondisi sapi tersebut, setelah mereka melihat kondisi dari sapi ini mereka meminta harga yang pasti kepada istri saya, lalu istri saya tetap pertahankan dengan harga 4 juta, dan saat itu terjadi tawar menawar dimana mereka minta agar harganya bisa dikurangkan, terus saat itu harga sapi kami kurangkan dengan harga Rp. 3.850.000 tetap mereka tidak setuju karena Mereka maunya dengan harga Rp. 3.650.000.

Saya pikir waktu itu uang Rp. 3.650.000 tersebut mereka bayar lunas ternyata hanya 2 juta saja yang mereka bayar sebagai uang DP istilahnya.

Saya bersama istri saat itu keberatan dengan tawaran tersebut dan kami menolaknya, karena mereka hanya bayar uang DP saja, apalagi kami ini butuh uang yang cukup besar, jika mereka hanya bayar 2 juta kan tidak ada gunanya saya jual. Sengaja saya kurangkan harganya dari 4 juta dengan maksud harga yang mereka minta bisa dibayar lunas.

Saat itu mereka desak dan paksa terus agar saya bisa terima permintaan mereka karena alasan saat itu menurut Nansi bahwa sapi tersebut nantinya akan ditukar tambah dengan sapi milik Gabriel Regen dan sapi tersebut tidak dibawahnya ke Genang tapi di pelihara sementara oleh Gabriel, itu pernyataan Nansi saat itu.

Tawaran pertama dan kedua saya tetap tolak, dan pada tawaran ketiga sudah saya terima karena pada saat itu Nansi menyampaikan pernyataan dihadapan saya bersama istri saya dan disaksikan oleh saudara Gabriel Regen bahwa saat ini saya bayar 2 juta saja sedangkan sisanya Rp. 1.650.000, dua hari lagi saya akan datang kesini untuk bayar lunas.

Ketika tidak datang maka sapi ini silahkan diambil kembali dan uang DP dinyatakan hangus.
Mendengar pernyataan dari Nansi tersebut, istri saya lansung ingatkan kepada Nansi bahwa apa yang dia (Nansi) katakan saat ini harus diingat dan dipegang karena saya ini perempuan, saya tidak mau ditipu. Intinya dua hari lagi kamu harus datang bayar lunas.

Begitu ditunggu selama dua hari bahkan sudah lewat dua minggu si Nansi tidak muncul lagi untuk melunasi utang tersebut.

Sudah jalan 1 bulan lebih saya tunggu tapi tetap tidak muncul itu Nansi, pada akhirnya saya pergi ke rumah Gabriel, ternyata benar sapi tersebut masih di pelihara oleh Gabriel dan sapinya sudah beranak, saat itu saya sampaikan ke Gabriel agar sapi tersebut jangan dibawah kemana-mana dan ikatnya jangan terlalu jauh dari sini karena perlu diketahui bahwa sapi tersebut belum lunas dibayar, tidak menutup kemungkinan sapi ini akan saya ambil kembali dan uang DP 2 juta yang kalian berikan akan saya kembalikan karena sesuai kesepakatan awal kita dengan Nansi dan saat ini sudah lewat dari batas waktu perjanjianya.

Saat itu saya hanya mengingatkan saja kepada Gabriel, Satu minggu kemudian saya tunggu kabar dari mereka tapi tidak ada kabar, dan pada akhirnya saya berinisiatif untuk mencari Nansi di Bari dan lansung kerumah kediamanya pada tanggal (23/08/2020), setibanya di Bari saya hanya bertemu dengan istrinya sedangkan Nansi ada keluar dan tidak tau perginya kemana.

Saya katakan saat itu kepada istrinyaa tolong sampaikan kepada Nansi bahwa besok atau lusa sapi tersebut saya akan ambil, jika ia tidak butuh lagi dengan sapi tersebut silahkan ia pergi ke kampung untuk ambil uang 2 juta sebagai uang DP dan sapinya saya ambil, tetapi jika sapi tersebut masih dibutuhkan silahkan dia bayar lunas uangnya. Dan saya akan tunggu selama dua hari kedepan. Itu saja pesan saya kepada istrinya.

Istri Nansi saat itu mengatakan bahwa terkait persoalan tersebut ia tidak tahu dan silahkan bapak berurusan lansung dengan Nansi.
Selanjutanya saya kembali ke kampung dan tunggu selama 2 hari, karena Nansi pun tidak muncul maka pada tanggal (26/8/2020) saya langsung menemui Gabriel saat pergi urus sapi di kebun, saya sampaikan saat itu kepada Gabriel bahwa sebelumnya saya sudah pernah sein dan ingatkan bahwa sapi ini saya akan ambil kembali, dimana uang sapi tersebut belum lunas dan saya sudah pulang dari Bari untuk mencari nansi tapi tidak sempat ketemu, yang seharusnya bukan saya yang mencari Nansi tapi Gabriel karena dia yang bawah Nansi ke rumah saya saat itu.

Mendengar itu, Gabriel pun tidak keberatan saat itu atas perimintaan saya karena dia tau bahwa benar sapi tersebut belum lunas dibayar.
Selanjutnya kami dua pergi ke tempat ikat sapi tersebut, kami jalan sama-sama sampai ke kebun, sesampainya di tempat tersebut Gabriel lansung serahkan sapi tersebut ke saya.

Stelah sapinya diserahkan oleh Gabriel, saya katakana bahwa jika uangnya bisa kalian lunaskan maka sapi ini saya serahkan kembali begitupun sebaliknya.

Satu minggu kemudian Gabriel datang ke rumah saya, dia tanya kepada saya apakah Nansi sudah Datang kesini, terus saya jawab jangan tanya saya, karena Nansi itu awalnya datang kesini karena kamu yang ajak, saya sebenarnya tidak tau itu nansi. Jadi kalau kau merasa dirugikan dan ditipu oleh Nansi maka silahkan cari itu Nansi, bukan saya yang cari Nansi.

Mendengar jawaban saya ini, Gabriel lansung menyatakan bahwa persoalan ini kita proses secara hukum di pihak yang berwajib.

Saya katakan silahkan saya di peroses secara hukum, sebagai warga Negara yang taat dengan hukum maka saya siap untuk dioperoses, tapi perlu diingat bahwa yang saya tahu Kau dengan Nansi yang beli sapi milik saya dan belum dibayar lunas uangnya.

Pada tanggal 1 September 2020 saya dikejutkan dengan munculnya surat panggilan dari Polsek Macang Pacar perihal panggilan untuk menghadap tanggal (4/9/2020) bertempat di Kantor Polsek Macang Pacar karena berdasarkan laporan dari Gabriel Regen bahwa saya telah mencuri sapi milik Gabriel.

Pada tanggal (4/9/2020) saya pergi menghadap di kantor Polsek Macang Pacar, setibanya di kantor saya diperlakukan secara tidak berprikemanusiaan oleh salah satu oknum anggota Polsek Bari, Namanya Pak Komang, dia lansung bentak saya, dorong Saya bahkan krak baju saya di pegang dengan keras, saya saat itu hampir jatuh dan sempat juga mau dipukul, umur saya sudah mendekati 60 tahun, saya sudah tua kok diperlakukan seperti ini oleh pak Komang.

Setelah saya diperlakukan seperti ini saya dimintai oleh pak Komang uang sebesar 10 Juta untuk selesaikan persoalan ini, dimana menurut oknum tersebut uang ini sebagai bayar denda dan uang bayar tarik laporan.

Saya lansung kaget mendengar itu, karena saya berpikir bahwa saya ini korban dan sebagai pihak terlapor, ko saya lagi yang tarik laporanya. Saya merasa keberatan dengan permintaan pak Komang tersebut.
Seharusnya pihak kepolisian ini cari tau dulu persoalannya seperti apa masalahnya, baru diambil tindakan, bukanya cari solusi atau jalan keluar malah buat saya tambah beban.

Pada tanggal (3/2/2021) saya menerima surat panggilan kedua dari polsek Macang Pacar untuk menghadap pada tanggal (4/2/2021), karena pada tanggal 4 kondisi kesehatan saya terganggu makia saya baru bisa menghadap pada tanggal 5 di Kantor Polsek.

Setibanya di kantor pada saat itu, tidak ada pelayanan karena kantornya tutup, dan saat itu saya berinisiatif untuk bertemu lansung dengan Pak Komang di rumahnya.
Dirumahnya saya tanya ke pa Komang tujuan panggilan saya menghadap itu untuk apa Pak? Jawaban Pak Komang saat itu masih sama, dimana dia minta kepada saya bahwa harus bayar uang 10 juta untuk selesaikan maslalah ini.

Saya tidak setuju dengan keputusan tersebut, kalupun persoalan ini terus dilanjutkan supaya tetap dilanjutkan, dan jangan harap uang itu saya bayar.

Sementara itu Kapolsek Macang Pacar (IPDA Eka Dharmayuda) kepada media ini membenarkan adanya kasus tersebut dan sedang ditangani saat ini.

“Kalau kasusnya om Mus itu hanya belum ada titik temu antara om Mus dengan om Gabriel dan masih di carikan jalan yg terbaik dalam penyelesaiannya” Kata Kapolsek Macang Pacar

terkait informasi adanya anggota saya yang minta uang 10 juta kepada om Mus saya baru tau dan nanti saya akan cross cek lagi dengan anggota yang bersangkutan.

Lebih lanjut pada Minggu (14/2/2021) kepada Media ini, Kapolsek Macang Pacar mengatakan bahwa setelah di cross cek terhadap anggotanya bahwa apa yang disampaikan oleh Bapak Mus itu tidak benar, karena anggota saya mengaku tidak pernah meminta kepada Bapak Mus uang sebesar 10 juta tersebut. Ungkap IPDA Eka Dharmayuda

Ditanya terkait penangan selanjutnya kasus tersebut kata Kapolsek bahwa pihak Reskrim dan anggota masih upayakan untu cari jalan terbaik untuk selesaikan persoalan ini karena kedua bela pihak (Pelapor dan Terlapor) masih keluarga dekat, kita berharap bahwa persoalan ini cepat diselesaikan tanpa ada pihak yang dirugikan, dan saya pastikan bahwa untuk penyelesaian kasus ini tidak ada yang minta-minta seperti itu.

Sampai diturunkannya berita ini anggota yang bersangkutan sudah di konfirmasi tetapi belum ada jawaban karena menurut informasi dari salah satu teman anggotanya dari Polsek Macang Pacar bahwa kemungkinan Beliau sedang berada di tempat yang tidak ada jaringan.
Sedangkan Untuk pihak Nansi dan Gabriel saat ini juga belum bisa dikonfirmasi. [Pedi Paty]

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed