oleh

Batu Nuatne Tanu Menyimpan Banyak Cerita Dibalik Wisata Alam Gunung Fatuleu


foto bersama Keluarga Tanu di Fatuleu

Nunsaen – Baranews Indonesia. Keindahan beragam macam wisata alam yang menarik. Tidak hanya gunung yang menjulang tinggi, tetapi juga lautan yang terbentang luas hingga tak terlihat ujungnya. Sudah berbagai macam cara dilakukan untuk mempromosikan wisata Indonesia kepada wisata dalam maupun luar negeri ,termasuk Kabupaten Kupang.

Kabupaten Kupang memiliki berbagai wisata alam yang menarik dan sangat rugi sekali jika kita tidak mengunjungi tempat tersebut, salah satunya Gunung Fatuleu.

Gunung Fatuleu merupakan perbukitan batu terkenal dan menjadi salah satu objek wisata di Kupang, NTT. Gunung itu terletak di Desa Nunsaen, Kecamatan Fatuleu Tengah, Kabupaten Kupang, yang bisa ditempuh dengan menaiki kendaraan selama 2 (dua) jam dari Oelamasi, ibu kota Kabupaten Kupang dan kurang lebih satu setengah jam dari Kota Kupang ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Fatuleu dalam bahasa Dawan berasal dari kata “Fatu” dan “Leu” yang berarti Batu Obat. Entah kenapa “Atoin Meto” Orang Timor menyebut gunung batu ini adalah Batu Obat. Tidak ada orang timor yang saya temui mampu menjelaskan secara pasti nama tempat ini secara mendetail.

Memang benar kalau secara arafiah Fatuleu diterjemahkan menjadi Batu Obat. Orang Dawan sering menyebut tempat keramat atau pemali dengan “le’u”, misalnya Oeleu (air keramat). Jadi Fatuleu artinya batu keramat atau batu pamali. Dengan menyebur suatu tempat sebagai pamali/keramat sebenarnya merupakan kebijakan lokal untuk mempertahankan kelestarian gunung atau hutan atau mataair yang dinamakan keramat tersebut. Karena keramat, maka orang tidak akan sembarang mengeksploitasi kawasan tersebut. Selain fatuleu, ada juga Oeleu (air keramat), Naesleu (hutan keramat) dan tempat keramat lainnya,

Dibalik itu ada sebuah batu yang berbentuk seperti perahu yang terletak dibawah / lereng gunung fatuleu. Ada unik ketika mata memandang batu tersebut. Diatas batu itu ada tumbuh sebuah pohon beringin besar yang tumbuh diatasnya. Bentuk batu tersebut seperti perahu dan di atas juga ada sebuah lubang goa yang ketika kita berada di atas batu tersebut baru bisa melihat lubang sedangkan kalau dilihat dari bawah secara kasat mata tidak terlihat dan hanya seperti bongkahan sebuah batu yang tersimpan di bawah Gunung Fatuleu.

Cerita dari Benyamin Soleman Kofi (80) Batu bernama Nuatne Tanu ( Takeltanu)Batu ini merupakan tempat berdoa, tempat sembunyi dari orang yang marga Tanu dan serangan Belanda karena di batu itu ada sebuah lubang / goa alam yang terdapat diatas baru tersebut.

Cerita Mistis dari batu Nuatnai Tanu

Kofi menceritakan,One Takel pernah tinggal di batu itu sambil mengembala kuda malam hari dia tidur di bawah batu tersebut. Suatu hari penunggu batu tersebut menghampiri One Takel dan membawa siri dan pinang dan bertanya kepada orang tersebut kenapa ada di batu tersebut dan jawab Takel bahwa saya ada gembala kuda, habis itu orang atau yang penunggu batu tersebut kembali dan masuk ke batu tersebut dan menghilang.

Lanjut Benyamin, berselang 2 hari kemudian orang tersebut datang dan menghampiri One Takel dan bertanya lagi kenapa tidak pulang ke rumah dan tetap di batu ini, lalu One Takel menjawab bilang saya ada jaga kuda jadi tidak bisa tinggalkan piaraan hewan ini. Lalu orang tersebut menyuruh One Takel ini untuk menyiapkan seekor ayam merah dan membuat kandang ketika bagun pagi kandang tersebut penuh dengan hewan kuda. Selanjutnya dia ( One Takel ) di ajak masuk bersama masuk di dalam batu itu dan tempat ini menjadi milikmu untuk mengembala kuda dan setelah kasih ayam itu kamu akan memperoleh tambahan kuda yang lebih banyak lagi pesan dari orang tersebut. One Takel tetap tinggal di batu tersebut. Akhirnya One Takel hilang secara misterius di tempat tersebut dan sampai saat ini dia tidak pernah ditemukan.

Penulis : Enos Tanu

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed