oleh

Barisan Ksatria Nusantara Menyatakan Haram Sholatkan Jenazah Teroris

 

Jakarta, 31/03/2021, Baranews  —Sudah setahun pandemi Covid-19 melanda Indonesia, namun penularan virus corona masih terus terjadi di masyarakat.

Pemerintah pusat dan pemerintah daerah serta elemen masyarakat bersama-sama melakukan upaya pencegahan penularan covid-19 termasuk pemulihan ekonomi nasional akibat terdampak pandemi global covid-19.

Tepat pada tanggal 28 Maret 2021 Indonesia berduka atas aksi terorisme di Gereja Katedral Makasar. Peristiwa bom bunuh diri yang dilakukan oleh teroris ini membuat kaget masyarakat di tengah menghadapi pandemi covid-19 dan juga memperpanjang dan menambah jejak aksi terorisme di Indonesia.

Pimpinan Pusat Barisan Ksatria Nusantara menyampaikan pernyataan sikap atas terjadinya bom bunuh diri di Makasar (28/3) dan penangkapan terorisme di wilayah kesatuan republik Indonesia.

Pernyataan BKN sebagai berikut : Pertama, meminta kepada MUI pusat agar mengeluarkan fatwa haram atas dilaksanakannya sholat jenazah terhadap pelaku bom bunuh diri atau teroris. Kedua, meminta TNI Polri dan jajarannya untuk memberantas habis benih-benih terorisme demi terciptanya rasa aman, damai bagi seluruh rakyat Indonesia.

Ketiga, mengajak dan menghimbau kepada seluruh rakyat Indonesia khususnya umat Islam untuk bersatu dan bergandengan tangan untuk bersama-sama menjaga dan merawat NKRI. Pernyataan sikap ini disampaikan oleh Ketua Umum BKN Gus Rofi’i Mukhlis di Jakarta, (Selasa, 30/03/2021)

Mengharapkan agar didengarkan oleh para alim ulama dan presiden republik Indonesia sebagai pemegang kekuasaan tertinggi di negara kesatuan republik Indonesia, tambah Gus Rofi’i Mukhlis.

Sementara pada saat yang sama, PP Salafiyah Syafi’iyah Situbondo Kiai Jaiz Badri mengatakan kepada Presiden, Kapolri, Panglima TNI dan seluruh unsur pimpinan bangsa diberikan kekuatan oleh Allah dan Indonesia senantiasa semakin aman dan kondusif baik. Bahwa terorisme adalah musuh bersama semua agama dan Islam menjujung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Pelaku bom bunuh diri atau teroris adalah orang-orang yang mengkhianati nilai-nilai kemanusiaan.

Kiai Jaiz Badri menegaskan bahwa Al-Syeikh Atiah Saqr Ulama Al-Azhar Mesir mengatakan memberikan fatwa haram atas dilaksanakannya sholat jenazah bagi pelaku bom bunuh diri. (EL)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed