oleh

Bareskrim Polri Ungkap Sindikat Penipuan Pinjaman Online

Jakarta. Bareskrim Polri menangkap empat tersangka kasus sindikat penipuan pinjaman daring (online) dan akses ilegal di Sulawesi Selatan. Para tersangka ditangkap pada Sabtu (7/12/19) di tiga lokasi berbeda, yakni di Pare-pare, Wajo dan Sidrap.

Para tersangka melakukan penipuan daring dengan berbagai modus berupa investasi ringgit, jual beli daring, jual beli alat-alat elektronik, jual beli alat musik dan jual beli garmen. “Modus yang dilakukan dengan mengirimkan SMS blasting, dengan alat modem yang begitu banyak,” jelas Kasubdit II Dittipidsiber Bareskrim Polri Kombes Pol Rickynaldo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (23/12/19).

Kasubdit II Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes Pol Rickynaldo Chairul menyebutkan keempat tersangka itu berinisial AR alias Ambo (28), San (25), Her (34) dan Tfk (32). Aksi mereka terungkap setelah salah satu perusahaan yang menjadi korban, PT FDI, merasa dirugikan dan melapor ke polisi. Perusahaan tersebut rugi Rp 50 juta karena tergiur tawaran belanja online dari tersangka.

Keempatnya memiliki perannya masing-masing dalam kasus ini. Ambo berperan mengirim SMS secara acak. San perannya sebagai bendahara, mengumpulkan uang hasil kejahatan. Sementara tersangka Her dan Tfk perannya sebagai pemasar, berkomunikasi dengan korban untuk meyakinkan korban. “Begitu mereka melakukan blasting bisa mengirimkan ke 50 ribu nomor secara acak. Nomor tersebut mereka dapat dari dark web dan akses internet lainnya,” jelas Kombes Pol Rickynaldo.

Sejumlah barang bukti yang disita dalam kasus ini antara lain 13 ponsel, enam laptop, lima port usb, 94 modem berisi nomor ponsel, 254 simcard berbagai provider, uang Rp4,5 juta, router merk Nokia, dua KTP dan lima kartu ATM debit. Dari keseluruhan barang bukti yang disita, aset mereka (pelaku) kurang lebih Rp100 juta.

Sementara omset yang dihasilkan dari aksi pelaku mencapai Rp100 juta hingga Rp200 juta per bulan. Mereka sudah melakukan aksinya tiga hingga empat tahun.

Keempat tersangka dijerat Pasal 51 Ayat (1) Jo Pasal 35 dan/atau Pasal 46 ayat (1) dan ayat (2) Jo Pasal 30 ayat (1) dan ayat (2) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dan/atau Pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman pidana 12 tahun penjara.  (bg/bq/hy)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed