20 Januari 2020
banner 160x600
banner 160x600
oleh

BaraJP Apresiasi Kimia Farma Diskon Tes Laboratorium Selama Desember 2019

-HEADLINE, LAMPUNG-2029 views
Foto: istimewa

 

BANDARLAMPUNG –Kabar baik dari PT Kimia Farma Tbk (KAEF). Badan Usaha Milik Negara (BUMN) industri farmasi pertama di Indonesia dirian Pemerintah Hindia Belanda saat masih bernama NV Chemicalien Handle Rathkamp & Co. tahun 1817 ini, kini tengah menggelar bulan peduli.

Sebagai bagian kepedulian Kimia Farma atas kesehatan masyarakat, Laboratorium Klinik Kimia Farma menggelar paket promo spesial dengan potongan harga (diskon) sebesar 30 persen untuk semua paket tes laboratorium.

Seperti rilis akun ofisial Kementerian BUMN Jumat (6/12/2019), promo tersebut berlaku se-Tanah Air selama bulan Desember 2019.

“Dapatkan promonya di seluruh cabang Laboratorium Klinik Kimia Farma yang tersebar di 63 outlet, seluruh Indonesia,” bunyi rilis itu, dikutip Sabtu (7/12/2019).

Menanggapi, eks Sekretaris Barisan Relawan Jalan Perubahan (BaraJP) Lampung, kini Ketua Bidang (Kabid) Mitigasi Bencana dan Kerelawanan DPP BaraJP dr Relly Reagen menyambut positif program ini.

“Semoga rakyat Indonesia yang tengah sakit dan butuh tes laboratorium dapat terbantu hadirnya program ini. Manfaatkan hotline Contact Center Kimia Farma 1500255. Juga program promotif lainnya, yang harus terus digelorakan untuk seterusnya,” harapnya.

Dihubungi dari Bandarlampung, Sabtu (7/12/2019), pria yang dikenal luas relawan medis spesialis tanggap darurat bencana itu menegaskan, kebijakan afirmatif ini perlu digencarkan dengan keterpadanan varian program kreatif lainnya bersama Bio Farma dan Indofarma, dua BUMN farmasi lainnya.

“Kimia Farma kan anak sulung. Harus selalu terdepan. Persis BaraJP, relawan sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) hahaha,” mantan direktur Direktorat Relawan TKD-KIK Jokowi-Ma’ruf Amin Lampung ini berseloroh.

Demi visi Presiden dan Wakil Presiden RI 2019-2024, Terwujudnya Indonesia Maju yang Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian, Berlandaskan Gotong-royong, lanjut dia, dan misi pertama Peningkatan Kualitas Manusia Indonesia, poin Mengembangkan Reformasi Sistem Kesehatan, hal macam ini ke depan mesti tersosialisasi secara luas.

Alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Lampung ini berpesan, selain gencaran program pertanggungjawaban sosial perusahaan (CSR/Corporate Social Responsibility) serupa, seiring tantangan industrialisasi, ke depan Kimia Farma perlu menuntaskan tiga problem pokoknya, di tengah deru holdingisasi BUMN industri farmasi.

Yakni, ujarnya, penguasaan market share paling tidak 10 persen, terkait valuasi kapital sesuai fungsi dan tugas pokoknya. Serta, kesiapan atas penugasan pemerintah untuk suplai kebutuhan farmasi dari rumah sakit yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan.

“Juga, problem akut sales opportunity loss yang menurut data perseroan masih berkisar di angka 26 persen, misal melalui edukasi Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB) secara terukur dan terpadu,” tutup dia. (*/MUZZAMIL)/ (suarapedia)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed