oleh

Aliansi Mahasiswa Amfoang mendatangi kantor Bupati Kupang Untuk Menyampaikan Persoalan Yang Terjadi di Amfoang

Oelamasi – BaraNews Indonesia. Sejumlah Mahasiswa Amfoang yang tergabung dari beberapa organisasi kewilayahan dari Amfoang mendatangi kantor Bupati Kupang di Oelamasi guna menyampaikan beberapa hal yang sangat urgen dan penting untuk segera di tangani oleh pemda Kabupaten Kupang pada Senin, 15/02/2020.

Dalam pantauan awak media ini, wakil Bupati Kupang yang menerima langsung perwakilan mahasiswa di aula kantor Bupati.

4 poin penting yang dapat disampaikan oleh Aliansi Mahasiswa Amfoang, yang pertama meminta pemerintah Kabupaten Kupang untuk segera mengambil tindakan tangap Darurat di Jembatan Talmanu yang nyaris putus, yang kedua Hilangnya Jaringan Telekomunikasi di Wilayah Amfoang di 3-4 Minggu terakhir, yang ketiga adalah meminta Pemerintah daerah kabupaten Kupang untuk mendesak Pihak Ketiga (Kontraktor) untuk bertanggung jawab atas kualitas pembangunan infrastruktur jalan Jalur Pantura dan jalur Bokong Lelogama yang belum lama di kerjakan sudah mulai rusak dibeberapa titik dan jaringan listrik yang belum menjangkau seluruh desa di Amfoang.

Terlihat dalam pertemuan tersebut, Wakil Bupati Kupang Bapak Jeri Manafe yang di dampingi oleh beberapa dinas terkait seperti Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kupang, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kupang, Kepala Dinas BNPBD Kabupaten Kupang dan Manejer PLN Oesao guna mendapatkan informasi berkaitan dengan beberapa persoalan di kabupaten Kupang Khususnya di Amfoang.

Kegiatan Audiens ini mendapat sambutan positif dari Pemerintah Daerah Kabupaten Kupang yang mana Disampaikan langsung Oleh Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kupang bapak Ricky Djo bahwa Pada tanggal 08/02/2021 lalu telah menyurati dinas perhubungan Provinsi agar ASDP segera membantu masyarakat Amfoang memulai Jalaur laut.

Rencananya, 16/02/2021 dinas perhubungan Kabupaten Kupang akan kembali menemui kadis Perhubungan Provinsi NTT agar bisa meningkatkan frekuensi ASDP jalur Naikliu yang sebelumnya hanya sekali dalam seminggu menjadi minimal 2 kali dalam seminggu, ungkap Ricky Djo.

Persoalan sebagian daerah Amfoang yang terputus dan belum tersentuh aliran listrik dalam pertemuan itu yang di sampaikan aliansi mahasiswa juga mendapat sambutan positif dengan akan mengirimkan teknis pada Rabu,17/02/2021 ke lokasi kejadian untuk segera menyelesaikan Persoalan Listrik yang mengalami gangguan.

Untuk beberapa desa yang belum terjangkau oleh jaringan listrik akan segera diupayakan untuk di proses lebih lanjut dalam beberapa tahun kedepan guna menyukseskan program pemerintah pusat yang semua desa di Indonesia harus mendapatkan jaringan listrik yang maksimal. (YF & Enos)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed