oleh

Aiptu Manahan Polisi Yang Kena Tikam Sosok Polisi Yang Dekat Dengan Masyarakat

Sumatera Utara, Baranews |  Dalam kehidupan yang sederhana, Aiptu Manahan didampingi istrinya Dewi br Manurung, tinggal di daerah Desa Situatua, Kecamatan Sigumpar.

Setiap hari, Aiptu Manahan Nadapdap dilepas isterinya untuk pergi berangkat kerja ke Polsek Silaen yang berjarak sekitar 40 km dari kediaman nya.

Mutiara Nadeak (42) , tetangga Aiptu Manahan mengatakan yang bersangkutan berperilaku baik dalam bermasyarakat juga kerap membantu isterinya, “Keseharian pak Nadapdap, dalam bermasyarakat dia sangat baik. Kami masyarakat disini sangat terkejut dengan kejadian bapak Nadapdap, kenapa Pak Nadapdap harus mendapat perlakuan seperti itu.”


Hampir sama, seorang tetangga yang lain juga beranggapan demikian, Kami mendoakan Pak Nadapdap supaya cepat sembuh, sehat dan bertugas kembali seperti biasa. Mudah-mudahan jangan terulang kembali kejadian seperti itu.” ujar Bonggas Simanjuntak, pria berumur 52 tahun yang bekerja sebagai petani.

Didalam pekerjaan, berdasarkan keterangan Kapolsek Silaen AKP Rudi H. Tampubolon, Aiptu Manahan selalu berkelakuan baik dalam bertugas.

“Perlu kami sampaikan bahwa personil kami, Aiptu Manahan merupakan sosok yang baik dalam bertugas dan rajin. Beliau juga berinisiatif dalam bekerja karena jabatan beliau sebagai Kanit Sabhara Polsek Silaen.

Baca Juga : Muspika dengan Kades Silaen Gelar Sosialisasi dan Himbau Pencegahan Penyebaran Covid 19

Di setiap kegiatan-kegiatan yang ada di Polsek Silaen, kita tetap mengedepankan beliau. Dan berhadapan dengan masyarakat pun beliau ramah dan punya etika apalagi terhadap orangtua dan ujuk-ujuk tidak mengedapankan arogansi, tidak, tapi beliau bisa mengendalikan diri.

Terkait peristiwa kemarin, saya selaku Kapolsek mendukung tindakan beliau yang secara profesional, beliau juga bisa memperkirakan tindakan yang terukur dan terarah, yang bisa dipertanggungjawabkan dengan hukum.

Beliau melaksanakan tindakan itu, betul-betul langkah terakhir, karena situasi yang bisa mengancam hidup beliau. Untuk kedepan nya, harapan kita semoga Aiptu Manahan Ferdinand Nadapdap cepat sembuh karena beliau mengalami luka di lengan dan tangan akibat kejadian tersebut dan cepat kembali bertugas di Polsek Silaen.” ujarnya.

Kapolres Tobasa AKBP Akala Fikta Jaya S.I.K mengatakan bahwa Polisi bertanggung jawab untuk menanggapi situasi darurat. Dalam beberapa kasus, menyelamatkan nyawa. Mereka harus selalu merespon dengan cepat dan dengan tepat. Tak peduli itu siang atau malam yang penting baginya adalah keselamatan masyarakat. Pekerjaan ini membutuhkan waktu berjam-jam, dan banyak petugas yang menghabiskan kehidupan mereka di kepolisian.

Polisi senantiasa menerima pengaduan masyarakat selama 24 jam. Pengabdian ini dilakukan agar tercipta situasi yang aman, “pungkasnya

(Leodepari)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed